Adik Kim Jong Un Tantrum Jepang Uji Tomahawk: Mereka Akan Menyesal

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 18:28 WIB
Adik pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mewanti-wanti akan mengadopsi opsi militer tambahan usai Jepang meluncurkan uji coba rudal Tomahawk buatan AS. (AFP/Jorge Silva
Jakarta, CNN Indonesia --

Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mewanti-wanti akan mengadopsi opsi militer tambahan usai Jepang meluncurkan uji coba rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor berita Korut, Korea Central News Agency (KCNA), Yo Jong menyebut Jepang negara penjahat perang.

"Sekarang jelas bahwa langkah tersebut [uji coba Tomahawk] pada akhirnya adalah taktik terselubung untuk menutupi ambisinya menjadi raksasa militer," kata Yo Jong, dikutip Mainichi Jepang, Rabu (5/8).

Yo Jong juga menuduh Jepang saat ini melampaui kemampuan defensifnya.

Setelah kalah dalam Perang Dunia II, dalam konstitusinya Jepang berjanji tak akan menggunakan ancaman atau kekerasan untuk menyelesaikan sengketa internasional.

Jepang bahkan tak punya militer resmi atau angkatan bersenjata. Sebagai gantinya, mereka punya organisasi pertahanan yang disebut Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Force/JSDF).

Namun, strategi keamanan nasional Jepang yang diadopsi pada 2022 membuka jalan bagi negara ini memperoleh kemampuan menyerang pangkalan musuh sebagai tindakan membela diri dalam batasan Konstitusi yang menolak perang.

"Masyarakat internasional harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ambisi militer yang gegabah dari keturunan negara penjahat perang yang ingin mewujudkan mimpi lama [ekspasionisme] Jepang," imbuh Yo Jong.

Di kesempatan itu, Yo Jong juga mengatakan suara kecaman dan peringatan saja tak akan bisa mendinginkan ambisi Jepang untuk menginvasi ulang negara lain.

"Kita harus membuat mereka menyesal," ujar dia.

Pernyataan Yo Jong muncul usai Jepang melakukan uji coba pertama rudal jelajah Tomahawk dari sepuluh kapal perusak pada pekan lalu.

Kementerian Pertahanan dalam rilis resmi menyatakan uji coba itu berlangsung sukses.

"Rudal bisa diluncurkan dengan sukses dalam kondisi operasional, termasuk verifikasi kemampuan awak dalam melakukan peluncuran," demikian pernyataan itu, dikutip Japan Times.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK