Kronologi Penembakan di Sekolah Thailand, 7 Tewas & Pelaku Bunuh Diri

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 14:09 WIB
Berikut kronologi penembakan di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8) yang menewaskan tujuh orang. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penembakan terjadi di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8).

Sebanyak tujuh orang meninggal dunia, termasuk pelaku penembakan.

BBC melaporkan insiden terjadi di sekolah elite Debsirin Nonthaburi di distrik Bang Kruai pada pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Polisi Nonthaburi mengatakan pelaku penembakan merupakan murid sekolah menengah pertama (SMP) kelas sembilan, berusia sekitar 14 tahun.

Menurut keterangan saksi mata, pelaku sempat berkeliaran ke ruang-ruang kelas sebelum melepas tembakan. Ia juga sempat mendekam di sebuah ruangan setelah melancarkan aksinya.

Setidaknya 15 orang terluka dalam insiden tersebut.

Polisi mengatakan pelaku saat ini tewas, diduga karena bunuh diri.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini. Ia mengatakan insiden ini menggarisbawahi larangan bagi warga sipil untuk memiliki senjata.

"Ini sungguh buruk. Hal ini seharusnya tidak terjadi. Saya tidak hanya merasa prihatin terhadap para korban, terapi juga menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Bagaimana hal superti ini bisa terjadi di negara kita?" kata Anutin.

"Inilah sebabnya pemerintah tidak mengizinkan (warga) memiliki senjata api," tambah sang PM.

Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara. Diperkirakan ada sekitar 10 juta pucuk senjata api yang beredar dimiliki warga, atau sekitar satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.

Janji pemerintah sebelumnya untuk memperketat aturan kepemilikan senjata belum mampu mencegah terjadinya penembakan berulang.

Pada Februari, polisi Thailand juga menembak dan menangkap seorang remaja pelaku penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan negara itu. Insiden tersebut menewaskan kepala sekolah dan melukai dua siswa.

Pada 2022, seorang mantan polisi yang membawa senjata api dan pisau menyerbu sebuah taman kanak-kanak di wilayah utara Thailand dan membunuh 24 anak serta 12 orang dewasa. Insiden ini menjadi salah satu kasus pembantaian paling mematikan di Thailand.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK