Trump Diam-diam Ganti Pesawat via Kontainer Katering Pulang dari Turki

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 15:30 WIB
Presiden Donald Trump diam-diam mengganti pesawat dari Air Force One ke pesawat yang lebih kecil saat meninggalkan Turki selepas menghadiri KTT NATO bulan lalu. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diam-diam mengganti pesawat dari Air Force One ke pesawat yang lebih kecil saat meninggalkan Turki selepas menghadiri KTT NATO pada bulan lalu.

The Washington Post melaporkan pergantian pesawat secara mendadak ke pesawat yang lebih kecil via kontainer katering dilakukan Trump karena sang presiden mendapat ancaman pembunuhan Iran.

Dalam laporan surat kabar itu pada Senin (10/8), seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim memaparkan Trump semula tiba di Ankara dengan pesawat Air Force One pada 8 Juli. Pesawat Air Force One ini yang paling baru pemberian Qatar.

Tetapi kemudian berpindah ke sebuah kontainer katering yang terpasang pada pesawat kepresidenan tersebut.

Kontainer itu kemudian membawanya ke pesawat C-32A yang lebih kecil, yang menerbangkannya ke Inggris, sementara media dan sejumlah pejabat dibuat percaya bahwa Trump masih berada di pesawat lain yang lebih besar.

Video dalam laporan The Washington Post memperlihatkan sebuah truk katering turun dari pesawat Air Force One lama beberapa menit setelah Trump menaiki tangga menuju pesawat tersebut.

Kendaraan katering itu kemudian terlihat bergerak menuju pesawat C-32A yang lebih kecil di kejauhan.

Setelah kedua pesawat mendarat di Inggris, Trump terekam dalam video turun dari pesawat yang lebih besar sebelum kemudian menuju Air Force One baru yang telah dimodifikasi.

The Post mengatakan belum jelas bagaimana Trump kembali dipindahkan ke pesawat yang lebih besar tersebut.

Ancaman dari Iran sebelumnya telah dilaporkan oleh media AS sebagai alasan Trump tidak meninggalkan Turki menggunakan pesawat Air Force One anyar itu.

Trump saat itu mengatakan bahwa ia akan menggunakan Boeing 747 yang lebih tua agar personel militer AS di sebuah pangkalan udara di Inggris dapat melihat pesawat baru tersebut.

Namun, sejumlah media AS, termasuk The New York Times, melaporkan bahwa ancaman dari kelompok proksi Iran mendorong perubahan rencana tersebut.

Para jurnalis yang berada di pesawat lama dari Ankara juga diperintahkan untuk tetap menutup tirai jendela, langkah yang biasanya diberlakukan di zona perang. Ini semakin memperkuat dugaan ada kekhawatiran keamanan terkait penerbangan Trump.

Pergantian pesawat tersebut kembali memicu sorotan terhadap pesawat yang dihadiahkan Qatar itu. The Times melaporkan bahwa pesawat tersebut tidak memiliki fitur keamanan yang sama dengan pesawat lama, termasuk sistem pertahanan antirudal.

Keluarga kerajaan Qatar menyumbangkan pesawat mewah tersebut tahun lalu setelah Trump mengeluhkan kondisi dua Boeing 747 yang telah digunakan sebagai Air Force One sejak 1990 dan kini sudah berusia tua.

Pesawat tersebut kemudian dengan cepat dimodifikasi dan pertama kali digunakan Trump pada 1 Juli untuk penerbangan menuju North Dakota.

Beberapa hari kemudian, Trump menggunakannya dalam perjalanan luar negeri pertamanya ke Turki.

Ketika dimintai tanggapan AFP mengenai laporan The Washington Post, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan membantah bahwa Air Force One baru pemberian Qatar masih memiliki kekurangan sistem keamanan.

"Air Force One yang baru merupakan pesawat canggih yang telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk memastikan keselamatan Presiden dan stafnya," kata Direktur Komunikasi Steven Cheung dalam pernyataan tersebut.

"Seperti yang baru-baru ini disampaikan Presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan segala sarana yang tersedia untuk menangani ancaman tersebut."

Pernyataan yang sama juga telah digunakan Gedung Putih bulan lalu ketika pertanyaan mengenai keamanan pesawat tersebut pertama kali muncul.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK