Israel Buru Komandan Hamas di Jalur Gaza Meski Ada Gencatan
Israel meluncurkan serangan udara ke komandan Hamas yang dituduh berencana menyerang pasukan Zionis yang menduduki wilayah tersebut, Rabu (12/8).
Petugas medis Palestina dan saksi mata mengatakan bahwa laki-laki itu sedang naik becak di Beit Lahiya di Jalur Gaza utara, demikian dikutip Reuters.
Sementara itu, militer Israel menyatakan komandan Hamas itu memang menjadi sasaran dan mengalami luka-luka imbas serangan udara mereka. Israel menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menghilangkan ancaman terhadap pasukan Zionis.
Lebih lanjut, militer Israel menegaskan pasukan Zionis akan terus berada di Gaza dan melanjutkan operasi yang dianggap mengancam personel.
Serangan tersebut merupakan kali pertama dalam sepekan usai muncul kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan gencatan senjata yang diterapkan pada November tahun lalu.
Serangan tersebut juga muncul usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak 15 poin yang diajukan Dewan Perdamaian. Dia menegaskan pasukan Israel tak akan menarik diri dari Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti.
Peta jalan itu muncul setelah BoP merilis kesepakatan baru soal pelucutan senjata Hamas. Pelucutan ini akan diawasi Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) yang berisi para teknokrat, bukan pihak Israel maupun Palestina.
Setelah pelucutan rampung, Israel harus menarik seluruh pasukan dari Gaza.
Namun, Hamas menegaskan tak akan mematuhi perjanjian jika Israel melanggar gencatan. Belum genap sepekan kesepakatan baru diterapkan, pasukan Zionis kembali menggempur habis-habisan Gaza.
(isa/bac)