2 Drone Hantam Kantor PM Kurdistan di Irak

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 09:25 WIB
Dua drone menghantam kantor Perdana Menteri pemerintah daerah Kurdistan di Irak pada Senin (17/8) kala perang Iran vs Amerika Serikat terus meluas. Ilustrasi. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua drone menghantam kantor Perdana Menteri pemerintah daerah Kurdistan di Irak pada Senin (17/8) kala perang Iran vs Amerika Serikat terus meluas.

Badan Keamanan Pemerintah Daerah Kurdistan (Kurdistan Regional Government/KRG) melaporkan drone itu diluncurkan dari wilayah Iran.

Namun, hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terkait serangan ini. Sejauh ini juga belum ada laporan korban jiwa imbas serangan tersebut.

Perdana Menteri Kurdistan di Irak Masrour Barzani mengecam serangan itu.

"Saya mengecam sekeras-kerasnya serangan sembrono dan yang tak bisa diterima ini," kata Barzani, dikutip Reuters.

PM Irak Ali Al Zaidi juga buka suara soal serangan tersebut. Dia memerintahkan komite investigasi untuk menyelidiki asal drone itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan ke Menlu Irak Fuad Hussein via telepon bahwa tak ada informasi yang menunjukkan serangan berasal dari wilayah Iran.

Araghchi bahkan mengutuk serangan itu dalam salah satu unggahan di X.

"Tak ada pembenaran apapun atas serangan nekat terhadap kantor PM Barzani," kata dia.

Araghchi lantas mewanti-wanti kelompok Kurdi agar waspada dengan taktik operasi bendera palsu.

"Kami melindungi teman-teman Kurdi kami dari Saddam dan DAESH, dan kami berterima kasih atas keamanan yang telah mereka berikan di perbatasan kami," imbuh dia.

Pernyataan Araghchi merujuk ke dua peristiwa besar terkait Iran dan Kurdi. Pertama selama perang Iran-Irak pada 1980-1988, Iran membuka perbatasan dan menampung ratusan ribu pengungsi Kurdi. Mereka bahkan mempersenjatai Kurdi Irak untuk melawan rezim Saddam Hussein.

Lalu terkait DAESH, nama ISIS dalam bahasa Arab, yang menyerbu Irak utara pada 2014 lalu. 

Kala itu, Iran mengirim bantuan militer dan amunisi ke pasukan Peshmerga Kurdi sebelum bantuan asing tiba.

Wilayah Kurdistan Irak berulang kali menjadi sasaran serangan drone dan roket termasuk saat perang Amerika Serikat vs Iran. Pada Juli 2025, wilayah itu pernah dihantam drone selama empat hari dan menyebabkan penghentian hampir setengah dari produksi minyak mentah wilayah di sana.

Para pejabat menuding serangan itu kemungkinan dari milisi yang didukung Iran.

Pada April 2024, serangan drone di ladang gas Khor Mor menewaskan empat pekerja Yaman. Imbas gempuran itu pasokan gas ke pembangkit listrik regional terpaksa berhenti.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK