Media Timteng Soroti Pemilik Gym di Bali Usir Turis Tentara IDF Israel
Sejumlah media Timur Tengah ramai-ramai menyoroti kasus pemilik gym di Bali mengusir tiga tentara Israel dari pusat kebugarannya buntut genosida di Jalur Gaza, Palestina.
Media Turki Anadolu Agency mewartakan peristiwa ini, yang telah beredar luas di jagat maya karena pemilik gym merekam momen tersebut.
Sang pemilik gym, Samir (32), terlihat menghadapi langsung turis Israel tersebut dan terang-terangan menolak mereka memasuki fasilitasnya.
Dalam video, Samir mengatakan bahwa warga Israel, terutama personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF), tidak diterima di gym-nya, bahkan di Indonesia, selaku negara pendukung kemerdekaan Palestina.
"Kalian bertugas di IDF, kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdebat. Saya tidak mau bicara dengan kalian. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor berbeda. Bersyukurlah saya tidak melibatkan polisi," ucap Samir dalam rekaman tersebut.
Anadolu Agency menggarisbawahi insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kecaman dan boikot internasional terhadap personel angkatan bersenjata Israel buntut genosida di Gaza.
Anadolu Agency juga menekankan bahwa Indonesia, selaku negara mayoritas Muslim terpadat di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik atau politik dengan Israel, dan para pemegang paspor negara tersebut menghadapi pembatasan masuk yang ketat di RI.
Media Yordania, Roya News, juga melaporkan peristiwa ini dalam artikel berjudul "Bali gym owner refuses to serve 'Israeli' military customers.
Sama dengan Anadolu, Roya News mencatat bahwa peristiwa yang berlangsung di Ubud ini terjadi di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap pasukan militer Israel karena agresi di Gaza.
Media Qatar Al Jazeera juga mengabarkan peristiwa ini. Al Jazeera turut menyertakan keterangan Samir dalam video terpisah, yang menjelaskan alasan ia mengusir ketiga warga Israel tersebut.
"Salah satu dari mereka sangat kasar terhadap staf kami. Saat saya bertanya kepada staf tersebut, dia menceritakan tentang mereka. Jadi saya menemui mereka dan bertanya dari mana mereka berasal," kata Samir dalam video keterangannya.
"Mereka bilang mereka warga Israel. Saya katakan bahwa kami tidak melayani warga Israel, kami tidak melayani IDF, dan kami juga tidak melayani orang yang kasar terhadap staf kami. Mereka adalah staf lokal pekerja keras. Anda tidak menghormati mereka, maka Anda harus pergi," lanjutnya.
Samir juga mengatakan alasannya merekam video pengusiran tersebut. Ia menyebut orang Israel kerap berbohong dan ingin menjadikan video ini bukti jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sesuai dugaan Samir, para warga Israel itu menulis ulasan buruk di laman Google gym-nya dengan menyebutnya telah berlaku rasis.
"Saya tahu mereka akan berbohong dan benar saja. Mereka memberi bintang satu di ulasan Google mengenai saya telah berlaku rasis karena agama mereka. Saya tidak sekalipun bicara tentang Yudaisme, kalian bisa melihatnya di video," ucap Samir.
(blq/bac)