Adik Kim Jong Un Olok-olok Korsel usai Trump Pangkas Latihan dengan AS
Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengolok-olok Korea Selatan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar latihan militer dua sekutu itu dikurangi.
Yo Jong menyebut latihan gabungan yang tiba-tiba dihentikan tanpa diskusi merupakan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Seoul ditempatkan dalam posisi yang menyedihkan di mana mereka harus meninggalkan 'latihan perang' favorit mereka karena satu pernyataan dari Trump, yang tiba-tiba memerintahkan pengurangan latihan," kata Yo Jong dalam pernyataan resmi pada Kamis (20/8), dikutip Korea JoongAng Daily.
Dia lalu berujar, "Ini adalah nasib militer boneka yang sudah mempercayakan wewenang komando kepada tuannya, sehingga mereka tak bisa mengucapkan protes satu kata pun."
Yo Jong juga menyinggung Presiden Korsel Lee Jae Myung dan menyebutnya bermuka dua.
Lee sempat mengatakan dia menghargai keputusan Trump, menegaskan soal pertahanan nasional yang mandiri, dan bisa menjadi fase baru hubungan antar Korea.
Namun, Yo Jong justru mengkritik pernyataan Lee.
"Penguasa Seoul mencoba mengalihkan perhatian dengan menyebut sebagai kesempatan untuk beralih ke fase baru atau titik awal baru yang bisa membawa perubahan dalam hubungan, siapapun bisa melihat ini adalah alasan yang lemah," ucap dia.
Lebih lanjut, Yo Jong mengatakan dunia sedang menyaksikan bahwa dukungan keamanan AS tidak gratis.
Pernyataan Yo Jong muncul usai Trump setelah meminta pasukan AS mengurangi latihan militer dengan Korea Selatan. Dia bahkan menyebutkan latihan semacam itu tak pantas dan menimbulkan permusuhan, narasi yang kerap digemakan pemerintah Pyongyang.
Trump mengakui keputusan tersebut diambil karena hubungan baik dengan Kim Jong Un.
(isa/bac)