AS Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 14:50 WIB
Amerika Serikat mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, membuka peluang investasi dan rekonstruksi. (Foto: AFP/OMAR HAJ KADOUR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, membuka jalan bagi pelonggaran sanksi dan investasi di negara tersebut.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut keputusan Washington yang diumumkan pada Senin (24/8) itu sebagai berakhirnya salah satu babak kelam bagi negaranya.

"Hari ini, Suriah menanggalkan noda gelap dan merobek lembaran menyakitkan dari masa lalunya untuk memulai jalan pembangunan, rekonstruksi, dan pembangunan kembali," kata Sharaa dalam pidatonya pada Selasa (25/8), dikutip AFP.

Keputusan AS ini mencabut penetapan yang telah berlaku selama beberapa dekade dan sebelumnya disertai pembatasan ekonomi yang ketat.

Departemen Keuangan AS juga mengumumkan pelonggaran sanksi yang berkaitan dengan pencabutan status tersebut.

Langkah ini menjadi perkembangan terbaru dalam menghangatnya hubungan Washington dan Damaskus setelah tergulingnya penguasa Suriah Bashar al-Assad pada 2024.

Sharaa menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan negara-negara lain yang mendukung Suriah.

"Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta seluruh negara sahabat dan pendukung yang berdiri bersama kami," katanya.

Departemen Luar Negeri AS juga mencabut penetapan Front al-Nusra, yang belakangan dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham (HTS), sebagai organisasi teroris global.

Sharaa sebelumnya memimpin kelompok yang menjadi kekuatan utama dalam serangan menjatuhkan Assad tersebut.

Kelompok itu sebelumnya merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah sebelum memutus hubungan pada 2016.

Pemerintahan baru Suriah kini berupaya menarik investasi untuk mendukung perekonomian dan membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat lebih dari satu dekade perang saudara.

AS sebelumnya mengumumkan pada Juli rencana mencoret Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan keputusan terbaru tersebut membuka "jalan menuju kemakmuran" bagi Suriah.

Menurutnya, langkah itu "menghilangkan hambatan besar terakhir bagi investasi sektor swasta di Suriah dan mendorong pemulihan ekonomi Suriah serta reintegrasinya ke dalam ekonomi global."

Menteri Luar Negeri Suriah Assad al-Shaibani menyebut pencabutan status tersebut sebagai "tonggak bersejarah."

Ia mengatakan keputusan itu mencerminkan komitmen pemerintah baru Suriah terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suriah Mohammed Barnieh menyebut keputusan AS sebagai "keberhasilan diplomasi Suriah".

Menurut Barnieh, pencabutan status tersebut membuka peluang bagi Suriah untuk memperkuat integrasi dengan sistem ekonomi dan keuangan global, menarik investasi dan teknologi modern, serta mendukung pembangunan.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK