China Bakal Tangkap Warga Taiwan jika Bekerja di Perusahaan Musuh
Warga Taiwan di China bisa ditangkap jika terlibat dalam teknologi sensitif maupun bekerja untuk perusahaan yang dianggap "bermusuhan" oleh Beijing.
Mengutip sumber keamanan nasional, Taiwan's Taipei Times melaporkan bahwa Tiongkok akan memberlakukan aturan masuk dan keluar yang telah direvisi pada September.
Aturan tersebut memberikan kewenangan lebih besar kepada otoritas Tiongkok untuk membatasi pergerakan orang yang dianggap mengancam keamanan.
Warga Taiwan dapat ditahan jika mereka terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan teknologi sensitif, industri, ilmiah, militer, atau bekerja di perusahaan yang dianggap "bermusuhan" oleh pemerintah Tiongkok, seperti dilaporkan The Statesman.
Aturan tersebut dikeluarkan oleh Dewan Negara Tiongkok.
Berdasarkan aturan baru itu, warga negara Tiongkok, termasuk warga negara Taiwan menurut hukum kewarganegaraan Beijing, dapat dilarang meninggalkan Tiongkok selama enam bulan hingga tiga tahun setelah memasuki negara tersebut.
Pembatasan itu dapat diberlakukan terhadap orang yang diduga melakukan aktivitas ilegal atau kriminal di luar negeri serta dianggap mengancam keamanan atau kepentingan nasional Tiongkok.
Orang yang melanggar aturan impor dan ekspor juga dianggap mengancam keamanan industri atau teknologi nasional dan dapat terkena pembatasan.
Lebih lanjut, pejabat tersebut menyoroti bahwa jika mereka tinggal di negara lain, dalam hal ini, anggota keluarga mereka di Tiongkok dapat ditangkap untuk memaksa mereka datang ke sana.
Lihat Juga : |
Sumber tersebut memperingatkan bahwa warga Taiwan yang bekerja di sektor semikonduktor dapat menghadapi risiko lebih besar.
Insinyur dari pemasok semikonduktor atau perusahaan desain sirkuit terpadu (IC) yang mengunjungi Tiongkok untuk bekerja dapat menjalani pemeriksaan atau pembatasan pergerakan, seperti dilaporkan IANS.
Risiko tersebut muncul jika perangkat mereka menyimpan informasi tentang proses manufaktur baru atau pengembangan teknologi. Otoritas Tiongkok dapat menganggap informasi tersebut sebagai teknologi sensitif.
Sejumlah perusahaan bahkan mulai memperketat aturan keamanan bagi karyawan yang bepergian ke Tiongkok. Mereka meminta pekerja menggunakan ponsel dan laptop khusus yang tidak berisi data sensitif.
Karyawan juga dilarang membawa perangkat kerja atau perangkat pribadi yang biasa mereka gunakan.
(mge/bac)