Pernah Sebut Tewas, Trump Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin Ayatollah Mojtaba Khamanei masih hidup setelah beberapa kali meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu telah tewas.
Trump menyatakan bahwa Mojtaba kemungkinan besar selamat dari serangan udara AS dan Israel yang menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.
"Menurut saya dia tidak tewas. Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah. Namun, menurut saya dia tidak tewas," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio konservatif, Glenn Beck.
Mojtaba Khamanei resmi dipilih menggantikan sang ayah memimpin Iran di tengah serangan AS dan Israel. Meski demikian, ketidakhadirannya di hadapan publik serta naiknya tokoh-tokoh senior Garda Revolusi ke tampuk kekuasaan telah memicu spekulasi bahwa ia mungkin telah meninggal atau tidak lagi memegang kendali penuh.
Trump berulang kali mengeklaim kemenangan atas Iran, namun belum berhasil memaksa pembukaan kembali jalur laut Selat Hormuz ataupun mendesak Iran untuk menyerahkan material nuklirnya. Ia kembali menegaskan bahwa tekanan militer dan ekonomi mulai membuahkan hasil.
Trump juga bersikeras bahwa Selat Hormuz, lokasi di mana militer Iran telah mengganggu dan sebagian besar memblokir lalu lintas pelayaran, sebenarnya terbuka sepenuhnya.
"Anda bisa katakan demikian, karena Selat itu memang terbuka. Banyak kapal yang kini melintasi Selat tersebut. Kami membawa kapal-kapal masuk ke sana. Ranjau-ranjau lautnya sudah disingkirkan," kata Trump seperti dikutip dari AFP.
"Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah inti persoalannya. Hal itu mencakup 99,9 persen dari masalah ini. Kita tidak boleh membiarkan mereka memilikinya karena mereka itu gila dan pasti akan menggunakannya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia sudah "menghentikan hal itu dua kali," ia menambahkan.
(bac)