Ukraina Klaim 8 WNI Tentara Bayaran Rusia sampai WNI Korban TPPO Jeju
Dugaan keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) dalam membantu Rusia menginvasi Ukraina menjadi sorotan berita internasional pada Senin (31/8).
Dugaan WNI menjadi korban TPPO di Jeju Island, Korea Selatan, update penanganan bencana dan pencarian korban banjir bandang serta longsor di perbatasan Nepal dan China, hingga perang Amerika Serikat vs Iran juga menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemlu RI Telusuri WNI Diduga Jadi Korban TPPO di Jeju Korea Selatan
Kementerian Luar Negeri(Kemlu RI) buka suara soal warga negara Indonesia (WNI) diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pulau Jeju, Korea Selatan.
Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah mengatakan Kemlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul terus memantau perkembangan TPPO di Jeju.
"KBRI Seoul menyampaikan bahwa dugaan tersebut lebih mengarah pada kasus penipuan jasa pengurusan visa oleh sindikat broker yang telah dilaporkan sejak Juni 2026, namun kini diberitakan sebagai dugaan TPPO," kata Heni dalam rilis resmi.
Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia
Dinas Intelijen Luar Negeri (FIS) Ukraina mengungkap setidaknya delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut menjadi tentara Rusia.
Dalam pernyataan yang diunggah pada 27 Agustus, FIS menyebut perekrutan kedelapan WNI diketahui usai pihaknya memperoleh salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai pemrosesan visa untuk WNI. Para pria yang direkrut berusia antara 29 hingga 47 tahun.
"Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF," demikian pernyataan FIS dalam laman resminya.
Update Banjir Bandang Nepal-China: 919 Orang Tewas, 4.247 Hilang
Sebanyak 919 orang tewas dan 4.793 lainnya hilang imbas banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal dan China pada pekan lalu.
Badan Bencana Nasional Nepal melaporkan 903 orang tewas dan 4.247 masih hilang di negara tersebut per Senin (31/8). Tim sampai saat ini masih terus meluncurkan operasi pencarian korban.
Sementara itu, media pemerintah China mengonfirmasi 16 tewas dan 546 hilang di Tibet. Dengan demikian, total korban berdasarkan kedua data itu mencapai 919 tewas dan 4.793 hilang, demikian dikutip AFP.
(rds)

