Slek dengan Menhan-Trump, Ramai Pejabat Kementerian Perang AS Mundur

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 11:36 WIB
U.S. Defense Secretary Pete Hegseth looks at U.S. President Donald Trump as he speaks during a bilateral dinner with Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu (not pictured), at the White House in Washington, D.C., U.S., July 7, 2025. REUTERS/Kevin L
Presiden Donald Trump dan Menhan AS Pete Hegseth (kanan). (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pejabat senior Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Kementerian Perang mundur dari posisi karena tak sejalan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pengunduran diri Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll merupakan yang terbaru menyusul perselisihannya dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Driscoll resign di tengah kekhawatiran tentang kondisi angkatan bersenjata AS buntut perang Timur Tengah.

Kepergiannya mengikuti Menteri Angkatan Laut John Phelan, yang dipecat Hegseth pada April lalu.

Sebelum ini, beberapa pejabat senior Pentagon lain juga berhenti menjabat, seperti Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George, yang pensiun dini pada April, beberapa minggu setelah perang Iran dimulai.

George dikabarkan diminta mundur oleh Hegseth, padahal harusnya masih menjabat hingga Oktober 2027.

Di hari George disingkirkan, Hegseth juga mendepak Kepala Pendeta Militer AS Mayjen William Green Jr dan Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne.

Sejumlah laporan menyebut Hegseth ingin mengganti pucuk kepemimpinan senior militer dengan orang-orang yang lebih sejalan dengan Trump.

Jenderal Christopher Donahue, yang memimpin Angkatan Darat AS di Eropa dan Afrika, juga resign pada Juli setelah Hegseth dikabarkan menolak memperpanjang kariernya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James Mingus juga termasuk di antara pejabat yang dicopot Hegseth. Washington Post mengatakan ia dipaksa pensiun setelah Trump menominasikan Letnan Jenderal Christopher LaNeve untuk menggantikannya.

Pada Februari 2025, sejumlah pejabat senior juga dipecat Hegseth, di antaranya Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal CQ Brown Jr., Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti, dan Wakil Kepala Angkatan Udara Jenderal James Slife.

Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David Allvin kemudian ikut mengumumkan pengunduran dirinya.

Pejabat senior lain yang resign maupun diberhentikan, termasuk mantan komandan SOUTHCOM Laksamana Alvin Holsey, kepala NSA dan Komando Siber Jenderal Timothy Haugh, serta Direktur Badan Intelijen Pertahanan Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

(blq/rds)
placeholder