Trump Kirim Utusan Khusus Bawa Proposal Damai Rusia-Ukraina

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 10:30 WIB
Trump mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv untuk rencana mengakhiri perang Rusia-Ukraina. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan telah mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv untuk rencana mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun di Ukraina.

Langkah itu menandai upaya terbaru Washington untuk memecahkan kebuntuan diplomatik dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, yang bermula dari invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP apda Jumat (4/9) bahwa kedua utusan tersebut dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu (6/9).

Media AS, Axios, melaporkan bahwa mereka akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu (5/9), dan kemudian dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Minggu (6/9).

Namun, pihak Kremlin menolak berkomentar.

Trump mengatakan kedua negosiator tersebut akan berupaya menjajaki apakah kemajuan menuju perdamaian dapat dicapai.

[Gambas:Video CNN]

Upaya perdamaian sempat terhenti, sementara Moskow dan Kyiv meningkatkan serangan jarak jauh yang menyebabkan jumlah korban sipil melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sejak awal pertempuran.

"Saya mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua negosiator hebat. Mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kami mengutus mereka untuk melihat apakah kita bisa mencapai sesuatu. Dan mungkin ada peluang bagus kita bisa mewujudkannya," kata Trump.

"Mereka membawa serta proposal untuk mengakhiri perang," ujarnya.

Trump tidak mengungkapkan rencana itu melibatkan penyerahan wilayah oleh Ukraina sebagaimana pernah ia isyaratkan sebelumnya atau tidak, tapi ia menambahkan mereka memiliki gagasan untuk perdamaian.

Kunjungan mendatang menjadi kunjungan pertama bagi Witkoff yang merupakan rekan bisnis Trump dan Kushne yang merupakan menantu Trump ke Kyiv yang dilanda perang sejak Trump kembali menjabat tahun lalu dengan janji untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Witkoff dan Kushner, yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza dan terkait Iran, telah berulang kali melakukan perjalanan ke Moskow dalam upaya diplomasi sebelumnya.

Perang berkepanjangan

Dorongan baru untuk diplomasi ini muncul di tengah aksi saling serang antara Rusia dan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh dan pesawat nirawak (drone).

Hanya beberapa jam sebelum pengumuman Trump, sebuah drone Rusia menghantam markas besar dinas keamanan Ukraina (SBU) di pusat kota Kyiv, menurut keterangan Zelensky.

Serangan tersebut, yang menurut Zelensky menyasar kantor pelaksana tugas kepala badan itu, merupakan serangan pertama terhadap markas besar SBU sejak awal invasi.

Terlepas dari sifat serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu, Presiden Ukraina mengusulkan pemberlakuan gencatan senjata dengan Rusia selama kunjungan para utusan AS berlangsung.

"Tidak akan ada serangan udara dari pihak kami, dan Rusia juga harus menjamin gencatan senjata-tanpa melakukan serangan udara-selama waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pembicaraan ini," ujarnya dalam pidato malam hari.

Rusia tidak segera memberikan tanggapan atas usulan tersebut.

Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa wilayah udara Rusia akan menjadi "sama sekali tidak aman" dan dipenuhi pesawat nirawak (drone) Ukraina selama Moskow melanjutkan perangnya.

Kunjungan Witkoff dan Kushner dilakukan lebih dari seminggu setelah kunjungan langka Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow. Menurut laporan media AS, Ratcliffe saat itu memperingatkan Rusia agar tidak melancarkan serangan terhadap negara-negara anggota NATO.

Awal pekan ini, Amerika Serikat menyambut kehadiran Menteri Keuangan Rusia dalam pertemuan G20 di North Carolina.

(afp/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK