Siapkan Metode Khusus, Malaysia Tunggu Izin RI Bantu Atasi Karhutla
Pemerintah Malaysia menunggu lampu hijau dari Republik Indonesia (RI) untuk membantu RI memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya sampai membekap negara-negara ASEAN.
Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan pemerintah Negeri Jiran telah menawarkan sejumlah bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi karhutla yang masih membara dengan menyiapkan metode khusus.
"NADMA dan Wisma Putra memberi tahu kabinet bahwa daftar aset yang dapat kami sediakan untuk membantu negara tetangga telah dikirim ke Indonesia," kata Fahmi pada Rabu (9/9), seperti dikutip Bernama.
"Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama apa pun untuk memanfaatkan aset dari Malaysia guna memadamkan api dan sebagainya," lanjutnya.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Sumber Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup Malaysia Arthur Joseph mengatakan bantuan yang ditawarkan Malaysia kepada Indonesia di antaranya mencakup water bombing dan cloud seeding.
Ia berujar tawaran tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat, menyusul diskusi bilateral dirinya dan Jumhur di Bali pada 8 Juli lalu serta saat berbincang di telepon pada 24 Agustus lalu.
"Kedua negara telah menyatakan komitmen untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan upaya pemadaman dini dalam mengatasi risiko kebakaran dan kabut asap lintas batas, khususnya di tengah fenomena El Nino dan Monsun Barat Daya, yang meningkatkan risiko cuaca panas dan kering," kata Arthur, seperti dikutip Bernama.
Koordinasi bantuan, ucap Arthur, nantinya akan dilakukan sesuai kesepakatan ASEAN mengenai polusi kabut lintas batas, yang menetapkan bahwa anggota ASEAN bisa menawarkan bantuan berdasarkan permintaan dan persetujuan dari negara-negara penerima.
Dalam hal ini, Malaysia sepenuhnya menghormati kedaulatan Indonesia dan Kuala Lumpur siap merundingkan bentuk bantuan jika pemerintah Indonesia menerima tawaran tersebut.
"Malaysia meyakini bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap lintas batas perlu diatasi melalui tindakan dini, koordinasi yang erat, dan semangat tanggung jawab bersama," ucapnya.
"Oleh karena itu, kerja sama erat antara Malaysia dan Indonesia sangat penting untuk mengatasi situasi saat ini dan memperkuat kesiapan kedua negara dalam menghadapi risiko yang mungkin meningkat selama periode cuaca panas dan kering," lanjutnya.
(blq/bac)