5 Poin Pidato Prabowo di KTT BRICS India, Apa Saja?

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 10:45 WIB
Momen Sesi Foto BRICS, Prabowo di Barisan depan Bareng Xi Jinping-Putin
Momen Sesi Foto BRICS, Prabowo di Barisan depan Bareng Xi Jinping-Putin (Foto: Sekretariat Presiden)

Serukan kerja sama sektor energi

Masih dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyerukan agar BRICS memperkuat kerja sama di bidang energi selaku salah satu sektor paling signifikan dalam memengaruhi ketahanan global.

Prabowo berujar dengan menghubungkan sistem energi dan memperkuat keamanan energi, perekonomian akan meningkat dan ketahanan berkelanjutan akan tercipta.

"Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, BRICS mewakili separuh dari seluruh umat manusia, dan sebagian besar perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar terbesar di dunia dan produsen energi utama. Hal ini memberi kita kekuatan kolektif yang sangat besar," ucap Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Prabowo, BRICS memiliki kapasitas untuk mengamankan pasokan pangan dan energi, serta membangun sistem multilateral yang mendukung kebutuhan dan kepentingan semua negara, baik besar maupun kecil, kuat maupun lemah.

"Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. Bayangkan jika negara-negara di belahan bumi selatan dapat berbicara dengan lebih percaya diri dan lebih terkoordinasi dalam membentuk lembaga-lembaga yang mengatur dunia kita, dalam melindungi dan meningkatkan perdamaian, dalam memperjuangkan keadilan," katanya.

Meski begitu, Prabowo percaya bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateral yang lebih kuat tersebut. Seiring dengan itu, ia meyakini bahwa PBB mesti direformasi agar lebih representatif, responsif, dan lebih mampu memberikan hasil nyata bagi rakyat.

"Pada saat yang sama, lembaga keuangan internasional kita juga harus berevolusi. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dijadikan senjata. Lembaga-lembaga tersebut harus lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap sumber daya," ujar Prabowo seperti dikutip laman resmi Presiden RI.

Tegaskan RI bukan lagi importir

Sementara itu, dalam sesi terbuka bertajuk "Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth", Prabowo bicara mengenai peningkatan Indonesia dari yang semula importir menjadi eksportir.

Ia berujar posisi Indonesia tersebut dapat menjadikan ekonomi hijau sebagai peluang sekaligus memperkuat daya saing dalam rantai nilai global.

"Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan mampu meningkatkan dukungan bagi seluruh dunia," tutur Prabowo.

Prabowo menyampaikan BRICS sudah menjadi rantai pasokan dunia. Oleh karena itu, ia mengajak para anggota mengoptimalkannya dengan melakukan industrialisasi bersama.

"Mari kita melakukan industrialisasi bersama, dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," kata Prabowo.

Gaungkan peran Global South dalam tatanan dunia

Pada forum tersebut, Prabowo turut menggaungkan peran yang lebih signifikan bagi Global South dalam membentuk tatanan dunia.

Prabowo berujar dalam empat tahun, negara-negara akan mencapai tahun 2030, yang memiliki target agenda untuk pembangunan berkelanjutan.

"Kita telah menyepakati Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kita telah membuat komitmen yang jelas untuk mengangkat rakyat kita keluar dari kemiskinan

(blq/rds)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2