Australia Larang Pelajar Asing Boyong Keluarga, Perketat Aturan WHV

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 19:55 WIB
Ilustrasi bendera Australia
Australia siapkan aturan baru, mahasiswa asing tak diperbolehkan bawa keluarga. Foto: iStock/mollypix
Jakarta, CNN Indonesia --

Australia akan melarang sebagian besar mahasiswa asing membawa pasangan dan anak-anak untuk menemani mereka selama menjalani studi. Pemerintah juga akan memperketat aturan visa liburan kerja (working holiday visa/WHV) di tengah meningkatnya perdebatan mengenai tingginya tingkat migrasi di negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan sejumlah perubahan aturan visa akan diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengendalikan migrasi.

Pemerintah menargetkan migrasi bersih tahunan turun menjadi sekitar 225 ribu orang pada 2028, dari sekitar 300 ribu saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Burke menepis anggapan bahwa kebijakan tersebut dibuat karena tekanan politik dari Partai One Nation yang berhaluan kanan.

One Nation, yang popularitasnya meningkat dalam sejumlah jajak pendapat terbaru, sebelumnya mengatakan akan mengurangi jumlah migran sementara hingga 750 ribu orang selama tiga tahun. Partai tersebut menyebut kebijakan itu diperlukan untuk memberi warga Australia "ruang bernapas".

"Sama sekali salah jika menduga bahwa ini adalah bagian pekerjaan baru yang dilakukan untuk mengatasi iklim politik, bukan begitu," kata Burke kepada wartawan, seperti dilaporkan Reuters.

Biaya hidup dan imigrasi secara konsisten menjadi salah satu kekhawatiran utama pemilih Australia dalam sejumlah jajak pendapat terbaru.

Selain memperketat aturan bagi mahasiswa asing dan pemegang visa liburan kerja, pemerintah Australia juga akan meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran visa.

Pemerintah akan merekrut 100 petugas kepatuhan tambahan. Australia juga tengah menjajaki kemungkinan mengubah fungsi fasilitas karantina era pandemi di Melbourne untuk digunakan sebagai tempat menampung tahanan imigrasi.

"Jika Anda ingin datang ke Australia untuk sementara waktu, ajukan visa sementara. Jika Anda ingin datang ke Australia secara permanen, ajukan visa permanen. Dan jika visa Anda sudah tidak berlaku, Anda harus meninggalkan Australia," ujar Burke.

Dalam aturan baru, Australia akan memperkenalkan sistem undian bagi backpacker yang ingin memperpanjang visa liburan kerja mereka.

Seluruh visa kunjungan juga akan memiliki ketentuan "tidak diperbolehkan tinggal lebih lanjut". Aturan tersebut akan mencegah pemegang visa tetap berada di Australia sambil mengajukan permohonan visa dalam kategori lain, seperti visa pasangan.

Untuk mahasiswa internasional, pemerintah hanya akan mengizinkan perpanjangan visa pelajar apabila mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang kualifikasi yang lebih tinggi.

Meski demikian, terdapat pengecualian bagi sebagian mahasiswa dari negara-negara Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara. Mereka masih dapat membawa pasangan dan anak-anak selama berada di Australia.

Namun, pemohon kedua tidak akan diizinkan pada sebagian besar visa pelajar.

Saat ini, pasangan atau mitra mahasiswa internasional masih dapat bekerja di Australia. Jumlah jam kerja yang diperbolehkan berbeda-beda tergantung program studi yang diambil mahasiswa tersebut.

Pendidikan internasional tetap menjadi sektor penting bagi perekonomian Australia. Sektor tersebut menyumbang A$53,6 miliar atau sekitar US$38 miliar bagi perekonomian Australia dalam satu tahun hingga Juni 2025.

Angka tersebut membuat pendidikan internasional menjadi ekspor terbesar keempat Australia. Meski demikian, mahasiswa asing menjadi salah satu fokus utama upaya pemerintah Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah untuk mengurangi tingkat migrasi.

Pemerintah sebelumnya juga telah memperketat sejumlah persyaratan bagi mahasiswa asing. Biaya permohonan visa pelajar naik hampir 300 persen dalam empat tahun terakhir menjadi A$2.500.

Selain itu, persyaratan kemampuan bahasa Inggris serta batas minimum tabungan bagi pemohon visa pascasarjana juga diperketat.

(mge/dna)