Raja Charles III Peringatkan Bahaya AI

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB
Raja Charles III memperingatkan para pemimpin industri akal imitasi (AI) mengenai potensi "bahaya eksistensial" jika teknologi tersebut jatuh ke tangan yang salah.
Raja Charles III memperingatkan para pemimpin industri akal imitasi (AI) mengenai potensi "bahaya eksistensial" jika teknologi tersebut jatuh ke tangan yang salah. (AFP/Andrew Milligan)

Perdebatan kembali memanas pada September setelah peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengundurkan diri dan menulis mengenai kekhawatirannya bahwa AI dapat mengancam kelangsungan hidup manusia.

Coxon kemudian mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang yang mengembangkan teknologi tersebut "benar-benar takut" dengan cepatnya perkembangan AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti Anthropic lainnya, Evan Hubinger, kemudian mengatakan bahwa secara pribadi ia memperkirakan kemungkinan kepunahan manusia akibat AI lebih dari 10 persen.

Sejumlah pimpinan perusahaan AI juga memberikan tanggapan atas perdebatan tersebut.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan kekhawatiran mengenai AI memang beralasan, tetapi mereka harus mempercayai perusahaan AI untuk menjaga keamanan teknologi tersebut.

Sementara, Co-founder Anthropic, Jack Clark, menyebut kemungkinan perlunya mekanisme "tombol pemutus" untuk melindungi manusia.

CEO Microsoft, Mustafa Suleyman, mengkritik Anthropic, mengklaim bahwa mereka melatih AI mereka untuk percaya bahwa ia adalah manusia, yang dapat membuatnya "mustahil" untuk dikendalikan.

Di sisi lain, sejumlah kritikus mempertanyakan apakah perusahaan AI dapat mengatur teknologi mereka sendiri.

Perdebatan tersebut kemudian meluas hingga ke kalangan politik di AS. Senator AS, Bernie Sanders dan mantan penasihat Presiden AS Donald Trump, Steve Bannon, mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap AI.

Sementara itu, Trump menilai kekhawatiran terkait keamanan AI berlebihan. Ia bahkan pernah menyebut ketakutan terhadap teknologi tersebut sebagai "hoax".

(mge/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2