Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato di Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, pada Selasa (22/9).
Trump mengatakan dirinya menghadapi "keputusan besar", yakni memilih kesepakatan yang memungkinkan Iran membangun kembali negaranya atau mengambil tindakan untuk menghancurkan negaranya.
"Saya harus membuat keputusan besar. Akankah kesepakatan dibuat dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya, mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia?" kata Trump, seperti dilaporkan ABC News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk membunuh dan menghancurkan orang dan negara lagi?," lanjut Trump.
"Apakah saya akan menjerumuskan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kejayaan atau generasi mendatang?" tambah Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika delegasi Iran melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri rangkaian pertemuan para pemimpin dunia.
Terima kasih ke Indonesia
Trump menyinggung soal Pasukan Stabilisasi Internasional yang dikerahkan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari program Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
"Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain," kata Trump di Sidang PBB.
Indonesia sebelumnya berkomitmen untuk mengirim 8.000 personel untuk misi perdamaian dan stabilisasi di Gaza. Namun, rencana ini ditunda hingga kini imbas perang AS vs Iran berkobar.
Kemungkinan perang berakhir
Trump menyebut dirinya tidak terikat tenggat waktu untuk mengakhiri perang. Namun, ia memperkirakan kesepakatan dengan Iran baru tercapai setelah pemilihan paruh waktu.
"Saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilihan, karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya," kata Trump.
Menurut Trump, Iran kemungkinan menunggu untuk melihat hasil pemilu sebelum mengambil keputusan. Meski demikian, ia juga mengatakan persoalan tersebut akan segera diselesaikan.
"Amerika Serikat dan Iran pasti akan menyelesaikannya. Kita akan menyelesaikannya, dengan cara apa pun. Itu akan selesai. Itu harus diselesaikan dengan cepat," kata Trump.
Sejak perang dengan Iran berlangsung hampir tujuh bulan, Trump berulang kali mengancam akan melakukan serangan besar terhadap Teheran. Namun, dalam beberapa kesempatan, Trump kemudian menarik kembali ancaman tersebut dengan harapan mencapai kesepakatan.
Dalam pidatonya, Trump membantah laporan mengenai berkurangnya persediaan amunisi AS akibat perang tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Para pengecut dan pengkhianat ingin mengatakan bahwa Amerika Serikat kekurangan amunisi, tetapi itu tidak benar," kata Trump.
"Kita memiliki lebih banyak amunisi daripada yang pernah kita bayangkan akan kita gunakan, dan kita memproduksinya pada tingkat yang belum pernah kita lakukan sebelumnya," lanjut Trump.
"Kita menambah persediaan kita lebih cepat daripada yang pernah kita lakukan sebelumnya," tambah Trump.
Namun, laporan Pentagon menyebut persediaan sejumlah amunisi AS memang mengalami tekanan akibat perang.
Bela keputusan perangi Iran
Trump kemudian membela keputusan AS berperang dengan Iran. Ia mengatakan Washington tidak boleh membiarkan ancaman dari Teheran terus berkembang.
"Sebagai presiden dari negara paling luar biasa dalam sejarah, saya tidak tertarik membiarkan bahaya terus berkembang untuk hari berikutnya," ujar Trump.
"Saya tidak percaya membiarkan masalah berlarut-larut. Masalah hanya akan semakin sulit dipecahkan. Jadi, sementara yang lain hanya berbicara, saya telah bertindak. Sementara yang lain hanya berbicara tentang perdamaian, saya telah menciptakan perdamaian. Sementara yang lain mengabaikan ancaman, saya telah menghadapinya," tambah Trump.
Trump juga berterima kasih kepada PBB atas dukungannya terhadap resolusi yang menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ia menyampaikan kepada sekutu-sekutu Eropa bahwa keputusannya untuk berperang dengan Iran juga akan melindungi mereka. Trump berharap negara-negara tersebut "menyadari hal itu".
"Jika kita bersatu, kita akan segera melihat dunia yang bebas dari ancaman teror Iran selama 51 tahun terakhir, dan harga minyak akan anjlok lebih rendah lagi daripada saat awal konflik," kata Trump.
"Dan harga minyak di Amerika Serikat sangat rendah. Benar-benar rendah. Dengan keberanian dan tekad, apa pun mungkin terjadi," katanya.
Gas Buddy melaporkan harga rata-rata bensin biasa adalah $4,46 per galon, sekitar $1,52 lebih tinggi sejak awal perang sedangkan harga solar adalah US$6,51 per galon.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Trump Menegaskan Dominasi AS
Trump menyinggung Kuba dan mengatakan pemerintahannya sedang berupaya melakukan perubahan mendasar di negara tersebut. (REUTERS/Kylie Cooper)
Selain Iran, Trump menggunakan pidatonya untuk menegaskan kebijakan AS di belahan Bumi Barat.
Trump menyinggung Kuba dan mengatakan pemerintahannya sedang berupaya melakukan perubahan mendasar di negara tersebut.
Ia juga menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang melakukan negosiasi dengan pemerintah Kuba.
"Marco Rubio sedang menangani negosiasi. Dia sedang dalam negosiasi mendalam dengan Kuba. Mari kita lihat apa yang terjadi. Kita tidak akan membiarkan tempat perlindungan bagi musuh asing untuk mengancam Amerika di depan pintu kita sendiri," kata Trump.
Delegasi Kuba kemudian meninggalkan ruang sidang ketika Trump menyampaikan kritik terhadap negara tersebut.
Trump juga memuji kerjasama pemerintahannya dengan Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez. Ia menyebut kesepakatan minyak antara AS dan Venezuela sebagai salah satu langkah yang dapat membantu menurunkan harga bensin.
Dalam pidatonya, Trump turut membahas operasi AS terhadap kelompok yang dituduh terlibat perdagangan narkoba. Ia mengatakan pemerintahannya telah menetapkan kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing dan menggunakan militer AS untuk melawan kelompok tersebut.
"Setelah menjabat, saya menetapkan kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing dan mengerahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk melenyapkan mereka," kata Trump.
Trump juga menyinggung Greenland dan Denmark. Ia mengatakan telah mencapai kesepakatan baru dengan Greenland yang akan memberi AS kendali lebih besar atas pulau tersebut.
"Kita akan memiliki kemampuan penuh untuk melakukan apa yang diperlukan untuk membela benua Amerika, dan juga Eropa serta tempat-tempat lain," kata Trump.
[Gambas:Video CNN]
Kesepakatan AS dengan Greenland
Pada Selasa (22/9) malam, Trump menandatangani kesepakatan keamanan dengan pemimpin Greenland dan Denmark.
Trump mengatakan dia tidak akan 'membatasi' pengembangan kecerdasan buatan, dikutip dari ABC News.
Dalam isu teknologi, Trump menegaskan AS tidak akan "membatasi" perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia justru "mendorong" pengembangan teknologi tersebut, alih-alih "mengekangnya".
Trump juga mengatakan AS harus mempertahankan keunggulannya dibandingkan negara lain, termasuk China.
"Kami akan mendorong nya, bukan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya dengan cermat melalui Kementerian Kehakiman," kata Trump.
Trump bahkan mengatakan akan mengubah citra "kecerdasan buatan" menjadi "kecerdasan super".
Ia mengatakan AS tidak boleh menghambat perkembangan teknologi yang menurutnya dapat memiliki dampak lebih besar daripada Revolusi Industri atau internet.