Di Sidang PBB New York, Presiden Iran Tegaskan Tak Takut AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas mengatakan negaranya tidak akan takut dan bertekut lutut kepada Amerika Serikat dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB.
"(Presiden Donald Trump) harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran hanya akan meningkat dalam menghadapi sanksi, peningkatan tekanan, dan peningkatan intimidasi. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut," katanya saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9) dikutip Arab News.
Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Selat Hormuz, yang telah diblokade secara berkala sejak awal perang dan menyebabkan harga energi global melonjak, digunakan untuk agresi terhadap negaranya.
"Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang memiliki akses bebas dan memperkuat kepentingan mereka dari jalur air ini, sementara pada saat yang sama menggunakan jalur air itu untuk melakukan agresi terhadap kita," katanya.
Tanpa segan dia juga menuding Washington melakukan "terorisme" karena membunuh mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di awal perang.
Presiden Iran mengatakan bahwa rakyatnya telah menjadi korban terorisme oleh Amerika Serikat. Ia mengangkat foto besar mendiang Ali Khamenei dan lebih dari 150 anak sekolah Iran yang tewas pada hari-hari pertama perang.
"Kami hanya membela diri. Kami bukan teroris," kata Pezeshkian.
"Rakyat kami yang tidak bersalah telah menjadi sasaran serangan dan agresi pengecut yang dilakukan terhadap negara kami. Dan kami membela diri dengan sekuat tenaga. Amerika dan Israel menyerang kami."
Kehadiran Pezeshkian di acara diplomatik utama PBB, di jantung kota Manhattan, sempat diragukan karena belum jelas apakah Amerika Serikat akan mengeluarkan visa.
Pada akhirnya, Washington mengabulkan izin tersebut, tetapi menolak visa kepada beberapa anggota rombongan Pezeshkian.
(imf/bac)