Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi keluar ruang rapat atau walk out kembali menjadi sorotan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, yang sedang berlangsung sepekan ini.
Hampir seluruh pemimpin dunia mendapat kesempatan berbicara dari podium di depan sekitar 200 delegasi negara dan organisasi internasional yang hadir di sidang Majelis Umum PBB setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, para pemimpin negara memanfaatkan pidato di Majelis Umum PBB untuk mempromosikan negaranya dan membahas masalah geopolitik yang menjadi perhatian dan kepentingan masing-masing.
Panggung Majelis Umum PBB juga tak sedikit dipakai para pemimpin negara untuk membela dan memamerkan capaian negaranya masing-masing.
Namun, pidato para pemimpin negara ini kerap mendapat respons yang beragam dari delegasi negara lainnya yang hadir dalam sidang tersebut.
Sekitar 1.000 diplomat yang berada di aula memiliki cara berbeda untuk menunjukkan sikap mereka terhadap pidato atau pernyataan negara lain, salah satunya dengan walk out.
Aksi walk out telah menjadi salah satu bentuk protes diplomatik yang kerap terlihat dalam pertemuan internasional.
Pada Selasa (22/9), kursi delegasi Iran hampir kosong ketika Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidatonya di Sidang Umum PBB.
Dalam pidatonya, Trump menyebut Iran memiliki pilihan untuk membuat kesepakatan damai atau menghadapi "kehancuran".
Pada Rabu (23/9), delegasi Kuba juga melakukan aksi walk out ketika Trump berada di atas podium. Mereka meninggalkan aula setelah Trump menyebut Kuba sebagai "negara gagal" dan mengatakan pemerintah AS akan berupaya menjatuhkan pemerintahannya.
Pada hari yang sama, satu-satunya diplomat AS yang berada di aula meninggalkan tempat duduknya ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh AS menargetkan warga sipil Iran.
Sementara itu, aksi walk out massal kembali terjadi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya pada Jumat (25/9) dini hari WIB.
Israel mencatat sebanyak 77 negara termasuk delegasi Indonesia keluar dari ruang sidang selama 41 menit pidato Netanyahu berlangsung.
Sebagian delegasi bahkan meninggalkan ruangan sebelum Netanyahu mulai berbicara. Delegasi Yordania dan Mesir tidak berada di aula sejak awal pidato.
Apa itu walk out dalam politik? baca di halaman berikutnya >>>
Apa itu walk out dan maknanyadi sidang PBB?
(Foto: REUTERS/Caitlin Ochs)
Apa itu walk out dan maknanyadi sidang PBB?
Secara umum, walk out berarti meninggalkan sebuah pertemuan sebagai bentuk ketidaksetujuan atau protes.
Cambridge Dictionary mendefinisikanwalk out sebagai tindakan meninggalkan pertemuan resmi secara berkelompok untuk menunjukkan ketidaksetujuan.
Sementara itu, Collins Dictionary menyebutwalk out adalah kepergian secara tiba-tiba sebagai bentuk protes dalam sebuah pertemuan.
Dalam konteks PBB, walk out merupakan bentuk protes diplomatik yang dilakukan dengan meninggalkan ruang sidang ketika negara atau delegasi lain akan atau sedang menyampaikan pernyataan yang dianggap tidak dapat diterima.
Profesor hukum Universitas Reading di Inggris, Rosa Freedman, yang mengkhususkan diri pada PBB, mengatakan walk out merupakan bentuk protes diplomatik yang diizinkan dan telah dilakukan delegasi PBB selama beberapa dekade.
Menurut Freedman, selama dilakukan secara damai, tidak ada aturan yang mencegah negara meninggalkan ataupun kembali ke ruang sidang.
"Selama dilakukan secara damai, maka tidak ada aturan yang mencegah negara untuk keluar masuk ruangan," katanya, seperti dilaporkan New York Times.