Turki Marah Netanyahu Sindir Erdogan di PBB: Tak Hapus Fakta soal Gaza
Turki mengecam "tuduhan tanpa dasar" yang dilontarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Kecaman itu dilaporkan oleh kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (25/9).
Dalam laporan Anadolu Agency, Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Burhanettin Duran mengecam tuduhan Netanyahu sebagai sesuatu yang "tidak sejalan" dengan nilai-nilai PBB.
"Penggunaan podium Sidang Umum PBB oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melontarkan 'tuduhan tanpa dasar' terhadap Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak sejalan dengan 'cita-cita perdamaian, hukum, dan dialog' yang diwakili oleh PBB," kata Duran seperti dikutip AFP.
Menurut Duran, kata-kata Netanyahu tidak dapat "menghapuskan fakta tentang pembantaian yang dilakukannya, bencana kemanusiaan di Gaza, serta proses hukum yang tengah berlangsung berdasarkan hukum internasional."
Dalam pidatonya yang berapi-api di PBB pada Kamis (24/9), Netanyahu menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai "diktator".
Netanyahu juga menuduh Ankara menampung para pemimpin kelompok militan Hamas, penguasa Jalur Gaza Palestina.
"Negara terbaru yang menjadi penyebar super kebohongan antisemit adalah Turki," katanya.
"Erdogan adalah seorang diktator. Dia juga menampung para pemimpin teroris Hamas," ucap Netanyahu menambahkan.
Pidato pemimpin Israel tersebut di hadapan Sidang Umum PBB memicu keributan di dalam ruang sidang.
Puluhan utusan dari berbagai negara di dunia meninggalkan ruangan, sebagian mencemooh dan meneriakkan ejekan, sementara anggota delegasi Netanyahu sendiri berdiri dan bertepuk tangan.
Pimpinan sidang bahkan beberapa kali meminta agar situasi ditertibkan.
Hubungan Netanyahu dan Erdogan memang belakangan terus memanas, terutama sejak Israel melancarkan agresi brutal ke Jalur Gaza Palestina pada Oktober 2023 hingga hari ini.
Erdogan telah mendesak para pemimpin dunia untuk "memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel" soal Gaza dan menyerukan negara-negara untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
(rds)