Oposisi Tuduh Netanyahu 'Cari Muka' di Insiden Flydubai Jelang Pemilu

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 18:30 WIB
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menuduh PM Benjamin Netanyahu memainkan "politik murahan" memanfaatkan insiden Flydubai yang nyaris dibajak jelang pemilu. (Foto: AFP/OHAD ZWIGENBERG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memainkan "politik murahan" dengan memanfaatkan insiden pesawat Flydubai menuju Tel Aviv yang nyaris dibajak jelang pemilihan umum dan mengorbankan keamanan nasional.

Lapid membantah bahwa tidak ada pengarahan keamanan apa pun dari Netanyahu terkait insiden Flydubai rute Dubai-Tel Aviv yang diterima para pejabat pada Selasa (29/9) malam.

"Biarkan saya memperjelas hal ini. Tidak ada satu pun informasi yang bahkan menyerupai insiden pesawat pagi ini yang disampaikan dalam pengarahan keamanan bersama perdana menteri tadi malam. Tidak ada yang serupa, tidak ada yang mengingatkan pada insiden ini, bahkan tidak ada petunjuk sedikit pun," kata Lapid melalui unggahan di X pada Kamis (1/10).

Lapid menuduh pihak-pihak yang sejalan dengan pemerintah berusaha memanfaatkan insiden tersebut untuk kepentingan politik menjelang pemilihan umum 27 Oktober mendatang.

"Segala upaya membangun narasi yang sekarang dilakukan para juru bicara pemerintah hanya membuktikan apa yang sudah jelas sejak kemarin, bahwa mereka sekali lagi berusaha memainkan politik murahan dengan mengorbankan keamanan Israel," katanya lagi

"Sekumpulan orang yang tidak bertanggung jawab," papar Lapid menambahkan. 

Dikutip Middle East Monitor, pernyataan Lapid itu disampaikan sehari setelah Netanyahu memberinya pengarahan keamanan, di tengah peringatan perdana menteri mengenai kemungkinan serangan terhadap Israel yang belum dirinci menjelang pemilu 27 Oktober.

Setelah pertemuan tersebut, Lapid mengatakan "tidak ada alasan untuk membuat masyarakat panik" dan bahwa ancaman keamanan harus ditangani "secara profesional dan bertanggung jawab."

Protes Lapid itu muncul setelah insiden penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu (30/9) yang nyaris dibajak. Pesawat tersebut mengirimkan kode darurat dan kode yang menandakan gangguan ilegal sebelum mengalihkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.

Otoritas Israel awalnya menyelidiki kemungkinan pembajakan atau insiden keamanan. Namun, laporan berikutnya mengarah pada dugaan terjadinya pertikaian di dalam kokpit antara pilot.

Salah satu pilot bahkan dikabarkan memang sengaja ingin menabrakkan pesawat yang mengangkut sekitar 174 penumpang itu, yang dilaporkan berhasil dicegah salah satu pilot lainnya sehingga terjadi pertikaian di dalam kokpit.

Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz di Tabuk mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapten dan kopilot pesawat tersebut mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK