Viral Lansia di China Potong Tali Safety Pekerja Buat Jadi Jemuran
Seorang lansia di China menuai kecaman setelah memotong tali pengaman milik pekerja yang sedang melakukan perbaikan gedung tinggi.
Tali tersebut rupanya dipotong untuk digunakan sebagai jemuran.
Insiden itu terjadi di Foshan, Provinsi Guangdong, China, pada 17 September. Saat itu, seorang pekerja bernama Liu sedang memperbaiki bagian luar sebuah gedung bertingkat.
Liu kemudian turun dari lantai 30 menuju platform di lantai dua. Namun, ia mendapati salah satu tali pengamannya telah terputus dan sebagian talinya tertinggal di platform.
Beruntung, tidak ada pekerja yang sedang menggunakan tali tersebut ketika dipotong. Kondisi itu mencegah kemungkinan pekerja terjatuh dari ketinggian.
Liu mengatakan tali pengaman tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter. Namun, lebih dari 10 meter bagian tali telah dipotong sehingga ia tidak dapat melanjutkan penurunan hingga lantai pertama.'
Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai "ceroboh", seperti dilaporkan SCMP.
Investigasi kemudian mengungkap bahwa tali tersebut dipotong oleh seorang penghuni gedung berusia akhir 70-an yang tinggal di lantai dua. Identitas dan jenis kelamin penghuni tersebut tidak diungkapkan.
Penghuni itu mengaku tidak mengetahui bahwa tali tersebut merupakan peralatan keselamatan pekerja. Ia mengatakan memotong tali itu karena ingin menggunakannya sebagai tali jemuran.
Liu memilih tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi karena mempertimbangkan usia penghuni.
Setelah berdiskusi dengan pengelola gedung, ia hanya meminta kompensasi sebesar 400 yuan atau setara Rp1,065 juta atas tali yang rusak.
Kasus tersebut kemudian viral di media sosial China dan memicu kecaman. Unggahan terkait insiden itu dilaporkan telah ditonton lebih dari 61 juta kali.
Bahkan, salah satu pengamat daring menyebut tindakan tersebut sebagai "upaya pembunuhan" karena usia dan kurangnya pengetahuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak properti orang lain.
Komentator lain menilai Liu seharusnya melaporkan kejadian itu kepada polisi. Mereka khawatir sikap terlalu lunak justru membuat orang lain tidak menyadari seriusnya konsekuensi dari tindakan tersebut.
"Terlalu lunak hanya akan mengurangi konsekuensi bagi mereka yang berbuat salah," kata komentator lain.
Pengacara Wang Haogong dari Shaanxi Haogong Law Firm mengatakan tindakan lansia tersebut telah melanggar hak kepemilikan Liu karena memotong dan mengambil bagian dari tali tersebut.
Menurut Wang, Liu juga dapat menuntut ganti rugi tambahan apabila kerusakan tali menyebabkan kerugian lain, seperti kehilangan pendapatan.
Namun, Wang menjelaskan nilai kerugian sebesar 400 yuan berada di bawah ambang batas tertentu untuk dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian. Karena itu, kasus tersebut biasanya tidak diproses sebagai perkara pencurian.
Hukum China juga memberikan keringanan tertentu bagi orang berusia 75 tahun ke atas dalam perkara pidana maupun perdata. Keringanan tersebut dapat berupa pengurangan hukuman atau konsekuensi hukum yang lebih ringan.
Lihat Juga : |
Secara umum, mereka dibebaskan dari hukuman mati, kecuali dalam kasus yang melibatkan kejahatan yang sangat serius.
Insiden serupa pernah terjadi di China.
Pada Desember 2017, seorang pria bernama Cao di Zhengzhou, memotong tali pengaman pekerja yang sedang bekerja di ketinggian akibat perselisihan terkait pekerjaan konstruksi.
Pekerja tersebut kemudian jatuh dari lantai empat dan mengalami beberapa patah tulang.
Cao kemudian dinyatakan bersalah atas penganiayaan yang disengaja dan dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan dengan menangguhkan selama satu tahun.
(mge/bac)