AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 20:00 WIB
This handout photo taken on December 10, 2025 and received on December 11, 2025 from Japan's Ministry of Defense shows a US Air Force B-52 strategic bomber (bottom) and two Japan Air Self-Defense Force F-15 fighter jets conducting a joint exercise ov
Penampakan pesawat pengebom AS B-52. Foto: AFP/HANDOUT

Sementara itu, B-2 Spirit merupakan pesawat pembom siluman yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara. AS hanya membuat 20 unit B-2 dan 19 di antaranya masih beroperasi.

B-2 dapat membawa senjata nuklir dan konvensional. Pesawat ini juga dapat membawa bom "penghancur bunker" seberat 13.600 kilogram yang digunakan dalam serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025.

AS kini mengembangkan B-21 Raider sebagai pesawat pengebom siluman generasi baru. Pesawat tersebut masih menjalani uji terbang dan dijadwalkan mulai dikirim pada 2027.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mana pesawat pengebom AS berbasis?

Seluruh armada pengebom AS berbasis permanen di AS. Pesawat tersebut ditempatkan di lima pangkalan udara utama.

B-52H ditempatkan di Barksdale Air Force Base di Louisiana dan Minot Air Force Base di Dakota Utara. B-1B ditempatkan di Dyess Air Force Base di Texas dan Ellsworth Air Force Base di Dakota Selatan.

Sementara itu, B-2 ditempatkan di Whiteman Air Force Base di Missouri. Ellsworth Air Force Base juga dijadwalkan menjadi pangkalan B-21 Raider mulai 2027.

Pangkalan-pangkalan tersebut memiliki landasan pacu yang panjang dan lebar. Panjang landasan umumnya mencapai lebih dari 3.000 meter.

Namun, landasan pacu bukan faktor utama yang menentukan lokasi operasi pesawat pengebom. Faktor lain seperti keamanan, penyimpanan senjata, serta dukungan logistik juga menjadi pertimbangan penting.

Pangkalan operasi di luar AS

Untuk menjalankan misi di luar negeri, AS secara berkala mengerahkan pesawat pengebom ke pangkalan terdepan. Beberapa lokasi penting berada di Pangkalan Udara Andersen di Guam dan Diego Garcia di Samudra Hindia.

Selain itu, Angkatan Udara juga mengirim kelompok kecil pesawat pengebom ke pangkalan negara sekutu selama beberapa minggu. Penempatan tersebut dikenal sebagai Bomber Task Force.

Dalam rotasi terbaru, AS mengerahkan B-52 ke Moron di Spanyol. B-1B juga dikerahkan ke Orland di Norwegia dan Misawa di Jepang.

AS turut mengerahkan B-52 ke Tindal di Australia bagian utara. Pesawat tersebut tiba di pangkalan itu pada September.

Pesawat pengebom AS juga dapat menjalankan misi dari pangkalan di AS dengan bantuan pengisian bahan bakar di udara.

Dalam perang AS-Israel melawan Iran, sejumlah misi pengeboman berlangsung lebih dari 30 jam untuk perjalanan pulang-pergi.

Setiap kelompok yang terdiri dari tiga pesawat pengebom dapat membutuhkan enam hingga sembilan pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar selama penerbangan.

(mge/dna/bac)

HALAMAN:
1 2