AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika Latin

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 20:14 WIB
AS kerahkan drone MQ-9 hunter killer buat memburu kartel di Amerika Latin. Foto: Getty Images via AFP/Isaac Brekken
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) memindahkan sejumlah pesawat nirawak (drone) dari Afrika ke Kolombia dan Ekuador. Pemindahan ini menjadi tanda meningkatnya fokus pemerintahan Presiden Donald Trump dalam memerangi kartel narkoba di Amerika Latin.

Dua pejabat AS yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan pemindahan drone dilakukan untuk mendukung peningkatan operasi militer terhadap kelompok penyelundup narkoba di kawasan tersebut. Keduanya meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara secara terbuka mengenai operasi militer.

Drone MQ-9 Reaper dikenal sebagai pesawat militer yang dapat melakukan pengawasan sekaligus serangan presisi. Pesawat ini pernah digunakan dalam operasi yang menewaskan Mayjen Qassim Suleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, pada 2020.

Harga satu unit MQ-9 Reaper dapat mencapai US$50 juta. Jumlah drone jenis ini juga terbatas setelah sedikitnya 45 unit atau sekitar seperempat dari total armada AS hancur dalam berbagai konflik yang berkaitan dengan Iran.

[Gambas:Video CNN]

Komandan militer tertinggi AS untuk sebagian besar wilayah Amerika Latin, Jenderal Francis L. Donovan, sebelumnya mengatakan Washington berencana memperluas operasi militer terhadap penyelundup narkoba. Operasi yang sebelumnya menyasar kapal disebut akan diperluas hingga serangan di darat.

Mantan diplomat AS, Francisco Palmieri, menilai pemindahan drone tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Trump serius memperluas operasi di kawasan.

"Namun, sebagai simbol politik, maknanya sangat jelas," kata Palmieri, yang ikut merumuskan strategi pemberantasan narkoba AS, termasuk pada masa jabatan pertama Trump. Ia juga pernah menjadi penjabat duta besar AS untuk Kolombia pada era Presiden Joseph R. Biden Jr.

Palmieri mengatakan dirinya tidak dapat menilai arti penempatan drone tersebut dari sisi operasional. Namun, menurut dia, langkah itu menunjukkan "komitmen untuk memperluas baik tingkat maupun jenis kerja sama yang ada."

Peningkatan operasi militer AS terhadap penyelundup narkoba memicu kekhawatiran kelompok hak asasi manusia. Mereka khawatir serangan tersebut dapat membahayakan warga sipil.

Sejumlah analis juga mempertanyakan efektivitas strategi tersebut. Menurut mereka, membunuh anggota kelompok penyelundup, termasuk pemimpin mereka, tidak selalu dapat menghentikan perdagangan narkoba karena posisi yang kosong dapat segera digantikan orang lain.

MQ-9 Reaper memiliki kemampuan terbang lebih lama dan dapat membawa rudal serta bom dalam jumlah lebih besar dibandingkan pendahulunya, MQ-1 Predator.

Pesawat tersebut telah digunakan militer AS untuk menyerang kelompok ISIS dan Al-Qaeda di Timur Tengah serta Al-Shabaab di Afrika.

Bersambung ke halaman berikutnya....

Spesifikasi Reaper


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :