Tetangga RI Bangun 'Silicon Island', Fasilitas AI Terbesar di ASEAN

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 15:35 WIB
Malaysia tengah membangun pulau buatan bernama Silicon Island di selatan Penang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI yang terus meningkat.
Ilustrasi. (iStock/Nalidsa Sukprasert)

Lokasi Silicon Island juga dekat dengan Bandara Internasional Penang. Kondisi tersebut membuat kawasan ini dinilai cocok untuk perusahaan yang membutuhkan pengiriman komponen melalui udara.

Sementara itu, perusahaan yang lebih banyak menggunakan jalur laut diperkirakan akan memilih lokasi di daratan utama karena lebih dekat dengan pelabuhan.

Proyek ini membutuhkan biaya besar. Gamuda Bhd, yang menguasai 70 persen Silicon Island Development, membiayai reklamasi dan pembangunan infrastruktur senilai RM14 miliar melalui pinjaman sindikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silicon Island ditargetkan mencapai titik impas dalam delapan tahun.

Pemerintah Penang memiliki 30 persen saham dalam perusahaan pengembang tersebut dan berhak atas bagian keuntungan.

Selain menjadi kawasan industri, Silicon Island dirancang sebagai kawasan perkotaan. Proyek ini mencakup sekitar 20.000 rumah di lahan seluas 360 hektare, termasuk kondominium dan hunian terjangkau.

Hampir seperlima wilayah pulau juga akan digunakan sebagai ruang hijau, termasuk taman, pantai, dan lahan basah mangrove.

Silicon Island juga akan menjadi titik awal pembangunan sistem kereta ringan pertama di Penang. Jalur Mutiara sepanjang 29,5 kilometer akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Bayan Lepas, Bandara Internasional Penang, dan George Town.

Jalur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2031. Konsorsium yang dipimpin Gamuda telah memenangkan kontrak senilai RM7,93 miliar untuk pekerjaan sipil tahap pertama.

Proyek Silicon Island menghadapi persaingan dari negara dan wilayah lain yang juga ingin mengambil keuntungan dari pertumbuhan industri chip dan AI.

Singapura gencar ke manufaktur canggih, sementara Vietnam berupaya mendapatkan bagian proyek yang lebih besar. India juga banyak berinvestasi untuk membangun industri semikonduktor.

Di Malaysia sendiri, beberapa negara bagian seperti Kedah dan Selangor berupaya menarik minat produsen chip.

Silicon Island juga dibandingkan dengan Forest City, proyek kota reklamasi besar di Johor yang dikembangkan oleh perusahaan properti China, Country Garden.

Namun, pengembang Silicon Island menilai proyek mereka memiliki dasar yang berbeda. Forest City mengandalkan sektor properti dan pembeli asing, sedangkan Silicon Island menjadikan industri sebagai penggerak utama pembangunan.

"Banyak orang membandingkan kami dengan Forest City, tetapi saat ini jika Anda melihatnya, ini murni kawasan perumahan dan komersial. Katalis utama kami akan berupa sektor industri," kata Tan.

(mge/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2