Presiden Negara Afrika Ini Pecat 19 Ribu PNS karena Kasus Ijazah Palsu

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 21:55 WIB
Presiden John Pombe Joseph Magufuli (kanan) yang menjabat periode 2015-2021 pernah bikin gebrakan pecat 19 ribu PNS karena kasus ijazah palsu. (AFP/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Tanzania John Pombe Joseph Magufuli yang menjabat periode 2015-2021 pernah punya gebrakan yang bikin heboh.

Di masa pemerintahannya yang dibelit banyak korupsi, dia telah memerintahkan pemecatan segera terhadap lebih dari 9.900 pegawai negeri sipil setelah verifikasi kredensial akademik di seluruh negeri.

Dari pemeriksaan itu, terungkap banyak pegawai yang memiliki ijazah sekolah dan perguruan tinggi palsu.

Hasilnya, yang terkena imbas termasuk beberapa pejabat senior, kepala badan antikorupsi pemerintah, kepala pajak, seorang pejabat senior perkeretaapian, dan kepala otoritas pelabuhan. Menurut John Magufuli, tindakan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang lebih luas.

Sebab sejak lama, pelaku bisnis mengeluhkan bahwa korupsi dan inefisiensi pemerintah merupakan hambatan utama untuk berinvestasi di Tanzania.

Penertiban terhadap pemegang gelar palsu ini dilakukan setelah pembersihan lain yang diluncurkan pada Maret 2015 yang menemukan lebih dari 19.700 "pekerja fiktif" dalam daftar gaji sektor publik negara Afrika Timur tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Kami telah bekerja keras untuk menciptakan lapangan kerja baru sementara ada orang-orang di pemerintahan yang memiliki gelar palsu," kata Magufuli setelah menerima laporan tentang kecurangan akademik di lingkungan pegawai negeri, dikutip dari The Guardian.

Akibat para "pekerja siluman" itu, Pemerintah Tanzania kehilangan 238 miliar shilling (£82 juta) setiap tahunnya.

Tanzania menghabiskan lebih dari 200 juta poundsterling per bulan untuk membayar gaji pegawai negeri. Pemerintah meyakini bahwa tagihan gaji PNS terlalu besar, dengan lebih dari 550.000 pegawai negeri di tingkat nasional dan lokal.

Karena itu Magufuli memerintahkan para pejabat untuk "mengungkap dan mempermalukan" dengan menerbitkan daftar semua pegawai negeri sipil yang memiliki kualifikasi akademik palsu.

"Orang-orang ini menduduki posisi pemerintahan tetapi tidak memiliki kualifikasi.Mereka merampok kami seperti penjahat biasa lainnya," katanya.

Presiden menambahkan bahwa audit tersebut juga menemukan bahwa catatan akademik lebih dari 1.500 pegawai negeri sipil digunakan oleh banyak orang, sementara lebih dari 11.500 pegawai pemerintah memiliki catatan akademik yang tidak lengkap.

John Pombe Joseph Magufuli adalah Presiden kelima Tanzania, memerintah 29 Oktober 1959  hingga meninggal dunia pada 17 Maret 2021.

Ia pertama kali terpilih sebagai Anggota Parlemen pada tahun 1995, ia bertugas di Kabinet Tanzania sebagai Wakil Menteri Pekerjaan periode 1995−2000, Menteri Pekerjaan dari tahun 2000 sampai 2006, Menteri Tanah dan Pemukiman mulai tahun 2006 hingga 2008, Menteri Peternakan dan Perikanan pada 2008−2010, dan sebagai Menteri Pekerjaan untuk kedua kalinya pada 2010 sampai 2015.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK