Ledakan Guncang Bandara Arab Saudi Lagi, Penerbangan Terganggu

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 22:23 WIB
Ilustrasi. Ledakan keras terdengar di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (10/10). Penumpang dievakuasi dan sejumlah maskapai membatalkan penerbangan. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ledakan keras terdengar di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10). Penumpang dievakuasi dari sebagian area bandara, sementara penerbangan menuju Riyadh dialihkan atau dibatalkan.

Seorang saksi mata dan sejumlah sumber yang mendapat pengarahan atas situasi tersebut mengatakan lebih dari belasan ambulans terlihat bergegas menuju bandara, dikutip Reuters.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab ledakan. Kantor media pemerintah dan otoritas penerbangan sipil Saudi belum menanggapi permintaan komentar.

Maskapai batalkan penerbangan

Situs pelacak penerbangan flightradar24 menunjukkan seluruh penerbangan ke Riyadh dialihkan atau dibatalkan. Pada satu waktu, hanya terlihat sebuah helikopter yang melayang di atas bandara.

Pihak bandara meminta penumpang menghubungi maskapai masing-masing dan mengecek status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.

Etihad Airways dan Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan antara hub mereka dan Riyadh. Sebagian pembatalan berlaku hingga Senin (12/10).

Kuwait Airways juga membatalkan penerbangan dari dan ke Riyadh. Maskapai itu menyebut bandara Riyadh ditutup karena "situasi keamanan".

Sebelumnya, serangan Houthi pada Kamis (8/10) dan hari-hari sebelumnya telah membuat sejumlah maskapai menangguhkan atau membatalkan layanan ke Riyadh.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan rudal kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran ke Arab Saudi.

Pekan ini, bandara tersebut sudah dua kali diserang. Serangan itu menewaskan empat orang, melukai sejumlah lainnya, dan merusak parah sebuah pesawat.

Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi dalam waktu dekat. Penyelenggara menyatakan acara tetap berjalan sesuai rencana dan meyakinkan peserta soal keamanan.

Houthi sebelumnya meminta pesawat sipil menghindari wilayah udara Saudi. Kelompok itu menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan terhadap mereka awal bulan ini.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK