China Borong 1.000 Ton Emas Senilai Rp2.843 T, Ada Apa?

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 15:31 WIB
China memborong lebih dari 1.000 ton emas batangan dari sejumlah negara. (istockphoto/Filograph)
Jakarta, CNN Indonesia --

China memborong lebih dari 1.000 ton emas batangan dari sejumlah negara.

Berdasarkan laporan CNBC, Bank Rakyat China baru saja menambah cadangan emas batangan sebesar 23 ton pada September lalu. Ini pembelian emas terbesar China dalam hampir tiga tahun.

Total 23 bulan beruntun China memborong batangan emas hingga lebih dari 1.000 ton. Pembelian beruntun ini memperpanjang rekor periode pembelian berturut-turut terlama sejak setidaknya tahun 2015.

Aksi borong emas itu disebut-sebut sebagai upaya Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada dolar serta minimnya alternatif investasi yang aman bagi ekonomi domestik di China.

Kondisi ekonomi yang lesu juga mendorong China untuk terus menumpuk cadangan emas mereka. Rumah tangga dan perusahaan di China beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven), dikutip dari CNBC.

[Gambas:Video CNN]

Data bea cukai menunjukkan bahwa negara tersebut mencatatkan rekor pengeluaran sebesar US$158,8 miliar atau setara Rp2.843 triliun untuk mengimpor lebih dari 1.000 ton emas selama delapan bulan pertama 2026. Angka ini melampaui nilai impor sebesar US$96,5 miliar (RP1.728 triliun) dan volume 886 ton yang tercatat sepanjang tahun 2025.

Menurut analisis kepala strategi emas di State Street Investment Management Aakash Doshi, impor emas untuk kebutuhan konsumen di China mencapai rekor tertinggi dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Lonjakan premi pada harga emas domestik Tiongkok mengindikasikan "permintaan musiman pada musim dingin yang lebih kuat," ujar Doshi.

Akumulasi logam mulia ini terjadi di tengah penurunan harga emas. Harga emas turun lebih dari 8 persen pada September menjadi sekitar US$4.176 per ons, setelah sempat menyentuh rekor di atas US$5.500 pada bulan Januari.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK