Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RI

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 20:13 WIB
Singapura diselimuti kabut asap karhutla RI.
Singapura diselimuti kabut asap karhutla RI. (REUTERS/Edgar Su)

ATHP ditandatangani pada 2002 dan berlaku sejak November 2003. Negara-negara ASEAN berkomitmen mencegah dan mengurangi asap dari kebakaran lahan dan hutan yang melintasi batas negara. Indonesia meratifikasi ATHP sejak 2014.

Intinya semua penandatangan berkewajiban mencegah kegiatan di wilayahnya yang menyebabkan asap yang merugikan negara tetangga.

Kegiatan pemantauan, peringatan mekanisme dini, pertukaran informasi, bantuan timbal balik, pusat koordinasi (ACC THPC), dan Dana Kabut Asap yang dibutuhkan dalam institusi ini bersifat sukarela dan bukan wajib. Meski perjanjian nampak kuat, sifat ATHP lebih pada konsultasi antar pihak bukan pada penegakan aturan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal menurut SCHP sebenarnya peluang untuk memanfaatkan ATHP tanpa campur tangan berlebihan dalam urusan masing-masing negara tersedia. Pasal 3(1) AATHP misalnya, mewajibkan negara mencegah kerugian lintas batas tanpa alasan apapun. Setelah 24 tahun disahkan, mekanisme ini belum memiliki pusat koordinasi, protokol, dan dana kabut asap signifikan.

Laporan tersebut juga menggarisbawahi berbagai upaya yang dilakukan anggota masyarakat untuk menuntut tindakan nyata menyelesaikan krisis asap termasuk dari Indonesia, Malaysia dan Singapura.

"Tapi sampai saat ini menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia belum ada komplain resmi dari negara tetangga padahal kabut asap sudah jadi masalah selama berbulan-bulan. Padahal Malaysia sudah memaklumkan kondisi darurat di Serian, Sarawak, sejak 5 September 2026, dan Malaysia, Indonesia, Malaysia Brunei Darussalam menyatakan akhir August akan menyuarakan hal ini di level ASEAN," tulis laporan ini.

SCHP mendesak agar mekanisme ATHP segera direalisasikan. "Yang selama ini kurang bukanlah hukumnya, melainkan pada kemauan untuk menggunakannya," simpul laporan tersebut.

Paru-paru seperti dihantam

Akibat kabut asap yang memburuk sejak Agustus lalu, serangkaian agenda publik di Malaysia dan Singapura ditunda atau dibatalkan. Termasuk diantara serangkaian lomba lari.

Di ibukota Kuala Lumpur, Chi Li Wei sudah lama berlatih sebagai peserta dalam Lomba Lari Kemerdekaan Malaysia akhir Agustus lalu. Lomba ini sempat aka ditunda akibat kabut asap, tetapi akhirnya tetap diputuskan digelar. Li Wei belomba untuk kategori 10 kilo meter.

"Sebenarnya udaranya sudah terasa, waktu itu kebetulan pana sekali kan ada dampak El Nino juga. Terasa ada bau terbakar , mata perih dan kalau lama akhirnya berair. Setelah lari beberapa kilo, dada rasanya sesak dan berat. Setelah lari, besoknya saat bangun tidur dada rasanya seperti keras - paru-paru seperti dihantam benda keras," cerita Li Wei.

45 hari setelah lomba itu, situasi sempat sedikit membaik saat hujan turun di sekitar wilayah Kuala Lumpur. Namun warga setemat khawatir, El Nino akan membawa udara kerin dan kabut asap kembali tahun ini.

"Kami mendesak Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN memperkuat penegakan hukum lintas yurisdiksi terhadap perusahaan maupun pihak lain yang terbukti menyebabkan atau membiarkan kebakaran. Transparansi data titik api, konsesi, sumber emisi, dan rantai tanggung jawab harus dijamin; bukti harus dapat dibagikan secara real time; dan mekanisme penyelidikan, penuntutan, serta eksekusi putusan lintas negara harus diperkuat," tulis Juru Kampanye Hutan Senior Greenpeace Indonesia, Asep Komarudin.

Asep juga mengatakan AATHP mestinya tidak berhenti pada kerja sama pencegahan dan pertukaran informasi, tetapi juga menyediakan mekanisme yang efektif untuk menetapkan tanggung jawab dan menjamin akses keadilan bagi korban.

"(Harus) bisa memungkinkan pemulihan dan pemberian ganti rugi bagi warga korban asap. AATHP harus dilengkapi dengan kewajiban yang mengikat, mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa," tambahnya.

SCHP mengutip sejumlah laporan yang menyebut titik panas di wilayah Indonesia pada semester pertama tahun 2026 naik sekitar 86% dibanding 2025. Polisi menetapkan 138 tersangka dan menyelidiki delapan perusahaan.

Kabut asap juga menyebabkan kerugian ekonomi dan pariwisata yang signifikan. Pada insiden yang sama tahun 2015 Singapura diperkirakan kehilangan pendapatan SGD 1,83 miliar, sementara Indonesia diperkirakan mengalami kerugian US$16,1 miliar.

(dsf/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2