NATO Kirim Drone-Pesawat ke Laut Hitam Hadapi 'Teror' Sabotase Rusia
Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) mengerahkan tambahan pesawat, drone, dan sistem radar ke Laut Hitam menyusul serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di dekat Rumania dan Bulgaria.
Insiden tersebut terjadi menyusul eskalasi perang Rusia vs Ukraina yang meningkat belakangan ini.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Kim Jong Un Dirumorkan Meninggal sampai Kanada Siaga Ancaman Invasi AS |
"Negara-negara anggota telah atau akan mengirimkan tambahan pesawat patroli maritim, sistem radar, tim investigasi bahan peledak, personel intelijen, drone, dan berbagai perlengkapan lainnya ke Laut Hitam," kata juru bicara Markas Besar Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Kolonel Martin O'Donnell, Selasa (20/10).
"Namun, hal terpenting yang dapat kami lakukan adalah meningkatkan pemahaman situasional mengenai kondisi di kawasan tersebut melalui penambahan sensor dan pertukaran data," tambahnya seperti dikutip AFP.
Serangkaian serangan terhadap kapal-kapal sipil di perairan dekat Bulgaria dan Rumania ini telah menyebabkan sejumlah pelaut hilang atau tewas serta memicu kecaman dari berbagai pihak di Eropa. Bulgaria dan Rumania sendiri merupakan anggota NATO dan Uni Eropa (UE).
Sebelumnya, juru bicara NATO Allison Hart mengumumkan bahwa aliansi tersebut akan mengirimkan "aset tambahan" setelah para duta besar dari 32 negara anggotanya membahas keamanan Laut Hitam di markas NATO di Brussel.
"NATO telah memperkuat postur pertahanannya di sepanjang sayap timur, termasuk dengan kemampuan untuk menghadapi drone," tulis Hart di media sosial.
"Kami akan terus bersatu dan memastikan bahwa kami siap serta mampu menghadapi ancaman apa pun demi menjaga keselamatan satu miliar penduduk kami," tambahnya.
Pengumuman NATO tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev mengatakan bahwa sebuah pesawat militer AS telah mulai berpatroli di Laut Hitam. Pengerahan itu dilakukan setelah Bulgaria meminta bantuan menyusul serangkaian serangan drone baru-baru ini.
"Sebuah pesawat P-8 Poseidon milik Amerika Serikat telah mulai berpatroli di Laut Hitam untuk menjalankan misi pengintaian dan mendeteksi aktivitas apa pun yang berpotensi menimbulkan risiko," kata Radev.
Ia mengatakan sejumlah negara NATO dengan cepat merespons permintaan bantuan Bulgaria setelah serangan tersebut. Sofia, lanjutnya, mengharapkan "bantuan lebih lanjut" dari aliansi dan Uni Eropa.
NATO, Bulgaria, dan Rumania belum secara resmi menuding Moskow sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Namun, Rusia telah menjadi sasaran tuduhan terkait insiden itu.
Diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Selasa mengatakan bahwa "enam serangan dalam 10 hari oleh drone yang diduga berasal dari Rusia menandai eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat diterima".
Kallas menuduh Kremlin kembali meningkatkan upayanya untuk menyerang jalur ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, dengan tujuan menghambat pendapatan Kyiv.
Ia memperingatkan bahwa serangan-serangan terbaru tersebut memperburuk "badai sempurna" yang mengancam pasokan pangan global. Pasokan pangan dunia sendiri telah menghadapi tekanan akibat kekeringan di berbagai wilayah serta perang di Timur Tengah.
Serangan-serangan itu juga menambah kekhawatiran NATO terhadap tindakan Moskow yang dinilai semakin ceroboh ketika pasukan Rusia masih terjebak dalam pertempuran di Ukraina.
(rds)