Daftar Kota di Eropa yang sedang Membara Akibat Aksi Protes

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 13:50 WIB
Kericuhan yang terjadi usai demonstrasi di Montpellier, Prancis selatan, pada 17 Oktober 2026. Akhir pekan ini, demonstrasi kembali terjadi di sejumlah negara Eropa. (AFP/SYLVAIN THOMAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi protes terkait berbagai isu terjadi di berbagai kota di Eropa dalam waktu yang hampir bersamaan. Mulai dari kota-kota di Prancis, Italia, Spanyol, Albania, Belgia, hingga Portugis.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan untuk memperjuangkan isu yang mereka usung. Mulai dari persoalan pensiun, perumahan, pendidikan, hingga korupsi dan penentangan terhadap perang.

Berikut ini daftar kota yang dibagi berdasarkan negara di Eropa yang sedang membara karena aksi protes.

1. Prancis

Diwartakan Reuters, terjadi unjuk rasa di sejumlah kota di Prancis pada Sabtu (24/10). Awalnya demonstrasi berlangsung damai di Paris dan Marseille, tetapi berubah menjadi bentrokan saat malam tiba.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan 410.000 orang ikut serta dalam protes di seluruh negeri, meskipun serikat pekerja mengatakan angka sebenarnya dua kali lipat lebih tinggi.

Di Marseille, para demonstran membakar tempat sampah untuk memblokir jalan, dan melemparkan batu dan botol ke arah pasukan keamanan.

Bentrokan juga terjadi di kota lain, seperti Lyon, Bordeaux, Grenoble, Clermont-Ferrand, Lille, Rennes, Nantes, dan Toulouse.

2. Italia

Berdasarkan laporan Euronews, ribuan orang turun di sejumlah kota di Italia, antara lain Milan, Roma, Turin, Napoli, Bologna, dan Florence. Para demonstran melemparkan botol, batu, hingga petasan.

Polisi Italia mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya telah melakukan sembilan penangkapan dan menahan sementara 371 orang selama protes di delapan kota pada Sabtu.

Dari orang-orang yang ditahan dan dibawa ke kantor polisi, 110 di antaranya anak di bawah umur.

3. Albania

Ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan protes anti-pemerintah baru di Ibu Kota Albania, Tirana, pada Sabtu. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Dalam bentrokan terbaru antara polisi dan para demonstran sejak pertengahan Oktober, gedung-gedung pemerintah diserang dan puluhan demonstran ditahan. Pihak berwenang mengatakan, lebih dari 300 demonstran dan polisi telah terluka.

4. Spanyol

Di Barcelona, demonstrasi 'anti-sistem' berlangsung pada Sabtu. Adapun 100 orang ditangkap setelah aksi protes berujung penjarahan dan pembakaran di alun-alun kota.

Adapun di Madrid, para demonstran menuntut kenaikan pensiun berdasarkan inflasi aktual. Tuntutan lainnya, yakni menaikkan pensiun minimum agar sesuai dengan upah minimum, menutup kesenjangan pensiun gender, dan melindungi sistem pensiun publik dari privatisasi.

5. Portugis

Para pengunjuk rasa di Lisbon mendirikan lebih dari 100 tenda setelah aksi demonstrasi yang diikuti ribuan orang pada Sabtu di sepanjang salah satu jalan utama ibu kota.

Namun pada Minggu (25/10) dini hari, polisi membubarkan tenda tersebut dan melakukan beberapa penangkapan.

Portugis sedang bergulat dengan salah satu krisis keterjangkauan perumahan paling akut di Eropa. Harga rumah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan sewa untuk kontrak baru hampir dua kali lipat. Kaum muda termasuk yang paling terdampak.

6. Belgia

Bentrokan antara polisi dan massa aksi unjuk rasa terjadi di Ibu Kota Belgia, Brussels, pada Sabtu. Polisi menggunakan gas air mata dan merica saat bentrokan terjadi.

Adapun aksi unjuk rasa yang terjadi di Belgia dalam beberapa bulan terakhir, menyerukan lebih banyak pendanaan untuk pendidikan dan menuduh polisi melakukan kekerasan berlebihan.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK