Mesir Siap Kirim Bantuan Militer ke Saudi Hadapi Houthi

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 06:38 WIB
President of Egypt Abdel Fattah el-Sisi gestures as he walks to 10 Downing Street in central London on January 21, 2020, ahead of their meeting. (Photo by Tolga AKMEN / AFP)
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Foto: AFP/TOLGA AKMEN
Jakarta, CNN Indonesia --

Parlemen Mesir telah memberikan wewenang kepada Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi, di tengah meningkatnya serangan dari milisi Houthi di Yaman.

Dilansir Al Jazeera, Dewan Perwakilan Rakyat Mesir yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Hisham Badawi, menyetujui mandat itu lewat pemungutan suara pada Senin (26/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa el-Sisi telah diberi wewenang untuk "mengambil langkah-langkah yang diperlukan" guna mendukung pertahanan diri Arab Saudi, jika Riyadh meminta bantuan.

Langkah ini membuka kemungkinan keterlibatan Mesir yang lebih langsung dalam konflik yang telah melanda kawasan Teluk dan Laut Merah dalam beberapa pekan terakhir.

Pekan lalu, el-Sisi menyatakan bahwa tindakan militer Mesir nantinya akan terbatas pada perlindungan wilayah dan perbatasan Arab Saudi, dan bukan untuk melancarkan serangan ke Yaman. Sementara itu Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mengatakan Kairo tetap mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Keputusan ini diambil menyusul serangan Houthi terhadap bandara internasional Riyadh dan fasilitas milik perusahaan minyak negara Saudi, Aramco.

Mesir juga punya kepentingan langsung dalam keamanan Laut Merah. Serangan Houthi di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi jalur utama menuju dan dari Terusan Suez, telah mengganggu pelayaran dan mengurangi pendapatan dari terusan tersebut.

Peneliti senior di King's College London, Nawaf Obaid, mengatakan para pejabat Saudi menginginkan jaminan bahwa Mesir akan mendukung Saudi jika diminta.

Menurutnya keputusan ini merupakan cara Mesir untuk menyatakan bahwa mereka "siap hadir", meski masih ada pertanyaan soal jenis bantuan apa yang mungkin diminta oleh Riyadh.

(dna)