Republik Salahkan Trump soal Pemilu Sela: Yesus Juga Kalah Jika Nyaleg

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 11:40 WIB
U.S. President Donald Trump looks on, as he signs executive orders in the Oval Office of the White House in Washington, U.S., February 10, 2025. REUTERS/Kevin Lamarque
Sejumlah anggota Partai Republik kehabisan cara menghadapi kekalahan partai di pemilu sela hingga mulai saling menyalahkan, termasuk ke Presiden Donald Trump. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah anggota Kongres Partai Republik kehabisan cara menjelaskan kekalahan partai di pemilu sela (midterm election) hingga mulai saling menyalahkan, termasuk kepada Presiden Donald Trump sebagai pimpinan partai.

Anggota DPR Greg Steube dari Florida menyebut para pemimpin partai tidak "berpegang teguh pada prinsip-prinsip kami" dan hanya memerintah "dengan dasar ketakutan."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Anggota DPR Marlin Stutzman dari Indiana sementara itu mengatakan seseorang di Gedung Putih "harus dipecat" atas kekalahan ini. Ia menyalahkan langsung penasihat senior Gedung Putih Stephen Miller, yang diklaim berkontribusi pada kemunduran partai.

Di sisi lain, banyak juga tokoh-tokoh Republik yang menyalahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta Presiden AS Donald Trump atas penanganan mereka dalam perang Iran.

Sebagian besar politikus Partai Republik bahkan blak-blakan menyalahkan kepemimpinan Trump di periode keduanya ini, termasuk soal perang tarif dagangnya yang malah menjadi bumerang bagi warga Amerika sendiri lantaran kenaikan harga dimana-mana.

"Pemilu ini referendum tentang Trump," kata anggota Kongres dari Partai Republik Don Bacon.

[Gambas:Video CNN]

Bacon berasal dari daerah Nebraska yang wilayah berubah "biru" atas kemenangan Demokrat di pemilu sela. Padahal, Nebraska merupakan negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi lumbung suara Partai Republik.

Sementara itu, seorang politikus Republik yang mencalonkan diri sebagai perwakilan di sebuah 'swing district', wilayah yang tidak condong ke Demokrat atau Republik, merasa kekalahan di pemilu sela ini akibat kebijakan partai yang makin tidak populer di kalangan warga daerah tersebut.

Sementara itu, Anggota Kongres dari Partai Republik Mike Lawler yang ikut mencalonkan diri di pileg AS kali ini menganggap dirinya sudah berusaha berkampanye semaksimal mungkin.

Namun, dalam pernyataan kepada CNN, kandidat petahana yang memperebutkan kembali kursinya di DPR New York itu mengatakan bahwa "iklim Partai Republik yang buruk" telah membuat mereka kalah.

"Yesus Kristus pun bisa saja ikut mencalonkan diri (sebagai kandidat dari Republik) dan akan kalah (jika situasinya begini)," kata Lawler.

Hasil penghitungan suara sementara pemilu sela AS pada 3 November menunjukkan kekalahan telak Partai Republik, baik di DPR maupun Senat.

Hitung cepat yang dilakukan New York Times sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi. Sementara itu, dalam perebutan kursi di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh dari Republik yang hanya 147 kursi.

(blq/rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA