Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korea Selatan menyatakan akan mengerahkan armada untuk membantu mengawal keamanan di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan pada Kamis (5/11), Kemhan Korsel menyebut pesawat patroli maritim dan tim penjinak bahan peledak akan dilibatkan dalam pengerahan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang juru bicara kementerian mengatakan unit angkatan laut anti-pembajakan "Cheonghae" termasuk yang dikerahkan. Mereka bakal dikirim ke perairan sekitar Selat Hormuz.
Menurut kantor berita Yonhap, pengerahan ini akan mencakup satu unit kapal perusak, pesawat patroli maritim P-8, tim penjinak bahan peledak (EOD), kapal permukaan tanpa awak, kendaraan bawah air tanpa awak, dan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk eksplorasi bawah air.
Yonhap menyebut unit Cheonghae, yang saat ini bertugas melindungi kapal di Teluk Aden, harus mendapat persetujuan parlemen lebih dulu sebelum dikerahkan ke Selat Hormuz.
"Peningkatan misi unit Cheonghae ini bertujuan melindungi warga negara kita serta menjaga kepentingan ekonomi kita," kata seorang pejabat kementerian yang tak ingin diidentifikasi.
Pejabat tersebut mengatakan pengerahan ini murni untuk tujuan non-tempur, dan pasukan akan beroperasi secara independen, terpisah dari pasukan sekutu.
"Operasi akan tetap dibatasi di perairan terbuka di sebelah selatan Oman. Selain itu, pesawat patroli maritim dilarang memantau wilayah Iran, perairan teritorial Iran, maupun bagian dalam Selat Hormuz selama misi berjalan," lanjutnya.
Pengumuman ini disampaikan di tengah sikap Seoul yang menegaskan tak akan mengirim pasukan untuk terlibat dalam perang Iran. Namun, Korsel berusaha untuk melindungi pelayaran komersial dan pasokan energi yang melintasi jalur air vital tersebut.
Teheran telah memperingatkan agar Korsel tidak melakukan pengerahan apa pun yang memprovokasi tindakan militer.

