Korea Utara Uji Coba Sistem Rudal Pertahanan Udara Baru

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 19:30 WIB
This picture taken on April 19, 2026 and released by North Korea's official Korean Central News Agency (KCNA) on April 20, 2026 shows the test-fire of a ballistic missile at an undisclosed location in North Korea. North Korea has test-fired multiple
Korea Utara menguji coba sistem rudal pertahanan udara yang baru. Ilustrasi. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara menguji coba sistem rudal pertahanan udara yang baru dirancang dan menggelar latihan serangan menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh pada Rabu (4/11).

Uji coba tersebut menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi kemampuan persenjataan terbaru negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

Kantor berita pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan uji coba sistem rudal pertahanan udara itu dilakukan untuk memastikan spesifikasi teknis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Uji coba tersebut membuktikan spesifikasi teknis serta keandalan material baru dan mode pemandu ganda yang cerdas pada proyektil tersebut," demikian laporan KCNA, Kamis (5/11).

Namun, KCNA tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai material baru yang digunakan dalam sistem rudal tersebut.

Uji coba tersebut memperlihatkan kemampuan sistem dalam mengidentifikasi dan melacak target. Selain itu, pengujian dilakukan untuk memastikan keandalan perangkat pemrosesan data deteksi.

Pada Rabu (4/11), sebuah sub-unit dari satuan rudal jelajah strategis jarak jauh di wilayah timur Korea Utara juga menggelar latihan serangan.

Menurut KCNA, satuan tersebut berhasil menjalankan simulasi serangan terhadap target berupa bandara menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh.

Kedua latihan itu bertujuan mempertahankan kemampuan teknis sistem persenjataan pada tingkat tinggi sekaligus meningkatkan keandalan tempur senjata strategis Korea Utara. Rangkaian uji coba ini berlangsung di tengah sejumlah demonstrasi senjata yang dilakukan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Korea Utara juga memamerkan amunisi tandan (cluster munitions), pesawat nirawak (drone) serang, sistem torpedo berpemandu presisi, hingga rudal hipersonik jarak menengah.

Militer Korea Selatan mengatakan pada Rabu (4/11) bahwa mereka mendeteksi beberapa rudal yang diluncurkan dari wilayah Sondok, Korea Utara, ke arah Laut Jepang.

Di sisi lain, hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) juga masih diwarnai ketegangan. Perselisihan mengenai ranjau darat membuat hubungan antar Korea semakin memburuk.

Saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan, Kim Yo Jong, mengisyaratkan pada pekan ini bahwa Pyongyang tidak berminat memulai kembali pembicaraan dengan AS.

Berbeda dengan rudal balistik, uji coba rudal jelajah Korea Utara tidak termasuk dalam larangan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Korea Utara juga memiliki rekam jejak meluncurkan rudal di sekitar waktu pemilihan umum di AS. Aksi tersebut secara luas dipandang sebagai unjuk kekuatan, termasuk saat pemilihan paruh waktu AS empat tahun lalu dan pemilihan presiden dua tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
LIHAT SELENGKAPNYA