Seperti dilansir Livescience, migrain adalah tipe sakit kepala yang umum. Ia terjadi ketika jaringan sensorik dan pengatur saraf di dalam otak terganggu. Detail mengenai bagaimana migrain bekerja masih belum terlalu dipahami, tapi riset di bidang ini mengalami kemajuan, khususnya dalam satu dekade terakhir.
Tapi mengapa seseorang sampai bisa jadi penderita migrain, masih belum diketahui. Sedang pemicu migrain itu sama saja pada anak-anak dan orang dewasa.
Biasanya migrain muncul karena adanya tekanan emosi, gangguan tidur, masalah makan, menstruasi, dan cuaca.
Kalau orangtua memiliki anak yang menderita penyakit ini, penangananya sebaiknya tak sekadar memberikan obat. Dokter perlu memeriksa faktor psikologi dan sosial. Disarankan anak tak boleh sampai absen dari sekolah. Karena itu bisa membuatnya stres karena ketinggalan pelajaran atau disisihkan dari pergaulan.
Kalau seorang anak sedang mengalami migrain, pemberian obat non-steroidal anti-inflammatories (NSAIDs) termasuk aspirin dan ibuprofen efektif bagi mereka. Membiarkan anak tidur juga bagus untuk pemulihan. (ded/ded)