"Kami mengkonsepkan juga pinjaman dalam bentuk syariah, yang jelas akan membantu permodalan para pengusaha kecil," tambah Sandiaga saat berkunjung ke daerah Kembangan Utara, Jakarta Barat, Minggu (18/12), dalam keterangan tertulisnya.
Janji pinjaman dalam bentuk syariah itu dikatakan Sandiaga ketika merespons keluhan seorang pedagang nasi bakar bernama Syafrudin.
Menurut Sandiaga semangat kewirausahaan Syafrudin sejalan dengan semangatnya untuk mengembangkan 200 ribu wirausaha baru di Jakarta.
"Usaha seperti Pak Syafrudin inilah yang akan kami perhatikan dan kami kembangkan," kata Sandiaga.
"Aspek akses ke lokasi, aspek konsumen yang akan datang dan aspek menarik lainnya akan kami pertimbangkan sehingga para pedagang tidak akan kehilangan pelanggannya," tutur Sandiaga.
Realisasi 200 Ribu Wirausaha Baru
Sandiaga menjelaskan teknis realisasi 200 ribu wirausaha baru di Jakarta. Hal itu untuk menanggapi beberapa pihak yang meragukan program unggulan pasangan nomor urut 3 dalam pilkada Jakarta 2017 itu.
Sandiaga menyatakan pihaknya telah menetapkan target untuk setiap kecamatan di Jakarta. Nantinya satu kecamatan akan ada 4-5 ribu UMKM pengusaha baru. Bukan hanya itu, pihaknya akan melakukan konversi besar-besaran para pengusaha gurem menjadi pengusaha menengah hingga pengusaha besar.
"Maka dari itu kami akan melakukan mentoring dan pendampingan berupa pelatihan untuk mereka," ujar Sandiaga.
Target per kecamatan tersebut akan terkumpul hingga tercapai angka 200 ribu wirausahawan baru dalam kurun lima tahun. Terlebih nantinya Anies-Sandi juga memiliki program OKE OCE atau one kecamatan one entrepreneur center yang akan melahirkan pengusaha baru melalui beragam pelatihan.
Mengenai bidang pelatihan dan pengembangan kewirausahaan itu akan berkaitan dengan bisnis online, kerajinan, fashion, serta masih banyak lagi. "Saya pernah menemukan perajin sepatu yang kualitasnya enggak kalah dengan Eropa," ujar Sandiaga yang berharap agar bisnis di tiap kecamatan ini mencapai pasar internasional.
(obs)