Galang Dana, Anies-Sandi Gelar Gala Dinner dan Kelas Motivasi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 09/12/2016 18:57 WIB
Penggalangan dana akan menyasar kelas menengah atas dan para pengusaha. Nantinya akan ada tarif tertentu yang harus dibayar untuk mengikuti acara ini. Anies Baswedan-Sandiaga Uno berencana menggelar acara gala dinner atau makan malam bersama untuk menggalang dana kampanye. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno berencana menggelar acara gala dinner atau makan malam bersama untuk menggalang dana kampanye.

Sandiaga menjelaskan, penggalangan dana ini akan menyasar kelas menengah atas dan para pengusaha. Nantinya akan ada tarif tertentu yang harus dibayar untuk mengikuti acara ini.

"Mungkin mirip-mirip gala dinner, tapi kami akan transparan lah," kata Sandiaga di Posko Pemenangan Cicurug, Jakarta, Jumat (9/12).
Sandiaga mengatakan, acara ini akan digelar sebelum Hari Raya Natal pada 25 Desember mendatang. Nantinya, gala dinner akan dihelat di hotel berbintang tiga.


Berdasarkan pengalamannya sebagai pengusaha, Sandiaga menuturkan, dalam satu meja gala dinner akan diisi hingga sepuluh orang. Sementara itu, harga makanan per orangnya di hotel berbintang tiga berada dikisaran antara Rp100-200 ribu.

"Kalau dijual misalnya Rp1 juta kan untungnya Rp800 ribu. Kemudian dikalikan 10 orang, jadi Rp8 juta," ujarnya

Tarif itu, kata Sandiaga akan berlaku flat atau tidak ada klasifikasi kelas tertentu. Ia mengaku dalam satu kali acara gala dinner dana yang terkumpul paling banyak hanya berkisar Rp300-400 juta dengan asumsi seribu orang yang hadir dan dikurangi biaya penyelenggaraan, termasuk mendatangkan artis.

Sandiaga juga tidak takut disebut,l mengikuti cara gala dinner yang telah dilakukan pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. "Tidak takut, itu baku. Dimana-mana juga gala dinner," kata Sandiaga.
Sandiaga berencana melakukan gala dinner ini sebanyak-banyaknya jika tebukti efektif mengumpulkan dana.

"Jangan sampai kumpulin orangnya lebih mahal dari dana yang dikumpulkan. Nanti nombok," ujar Sandiaga.

Sandiaga juga tengah menunggu undangan resmi dari para pengusaha etnis Tionghoa yang tertarik untuk memberikan sumbangan dana kampanye.

Selain itu, Sandiaga menambahkan pihaknya juga berencana menggelar kelas motivasi dan kewirausahaan sebagai inovasi penggalangan dana kampanye. Untuk kelas motivasi ini disebutnya akan diisi Anies Baswedan.

"Yang kamk coba galakkan. Pak Anies bicara tentang motivasi. Itu lebih terbuka lah. Misalnya seribu orang kami jual satu tiketnya misal Rp100-200 ribu kemudian dapat sertifikat," kata Sandiaga.

Cara-cara itu nantinya akan dikelola oleh Bendahara Tim Pemenangan. Hingga kini, dari Rp19,08 miliar dana kampanye yang terkumpul, baru satu yang tercatat berasal dari badan usaha milik salah satu simpatisan senilai Rp360 juta.

Penerimaan sumbangan kampanye diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Pasal 74 ayat 5 menyebutkan sumbangan perseorangan maksimal Rp75 juta dan sumbangan dari badan hukum maksimal Rp750 juta.

(obs/obs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK