Menurut Anies, hasil temuan dari LSI Denny termasuk beberapa lembaga survei lain perlu dikroscek lebih jauh kebenarannya. Termasuk mengenai data dan sumber afiliasi lembaga survei tersebut.
"Karena begitu ada afiliasi, sering objektivitas terganggu. Datanya tentu dicek dan metodenya perlu dipastikan," ujar Anies di Jakarta Barat, Selasa (17/1).
Hal itu berdasarkan hasil survei internal tim Anies-Sandiaga Uno. Ia pun menyatakan tetap optimis mampu lolos di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.
"Kalau kami sekarang jauh lebih optimis. Justru menurut saya survei ini muncul setelah debat. Kenapa ya kira-kira? Kami melihat justru posisi kita makin baik sekarang,"
Sedangkan, survei terbaru LSI Denny JA dengan tema "Siapa Tersingkir di Putaran Pertama Agus vs Ahok vs Anies" yang dilakukan pada 5 sampai 11 Januari 2017, memprediksi Anies-Sandi tidak akan lolos ke putaran kedua.
Dari survei tersebut, Anies-Sandi hanya mendapat 21,4 persen, sementara pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat 36,7 persen dan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 32,6 persen. Yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,3 persen.
Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa mengklaim survei dibiayai secara mandiri oleh lembaganya dan tidak berafiliasi dengan pasangan calon manapun.