"Pada bulan Januari, kami lihat ada efek keduanya (organisasi dan debat). Kami akan kembali menggunakan strategi itu," kata Anies di kediamannya, Jakarta, Selasa (28/2).
Debat terbuka di kampanye putaran kedua berpotensi digelar dua kali. Kemungkinan itu muncul setelah KPU RI menyampaikan arahan kepada KPU DKI.
Usulan debat terbuka dua kali disampaikan Komisioner KPU saat menggelar rapat koordinasi dengan KPU DKI beberapa hari lalu. Pertimbangannya, masa kampanye jika putaran kedua terlaksana akan berlangsung lebih dari satu bulan.
Meski demikian, Anies menilai debat hanyalah satu komponen selain kerja relawan dan mesin partai yang menjadi bagian utama dalam mengerek elektabilitas.
"Jadi kalau memang yang kelihatan dipanggung itu debat. Padahal selalu saya sampaikan dengan teman-teman diskusi, kerja kita seperti membangun sebuah bangunan," tutur Anies.
Sebab berdasarkan perhitungan suara di putaran pertama, Anies mengatakan, kemenangannya berbagi dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Hal itu ditunjukan dengan kemenangan Anies di lebih 7 ribu tempat pemungutan suara, 132 kelurahan, dan 22 kecamatan. Sementara Ahok-Djarot memenangkan 5.700 TPS, 135 kelurahan, dan 22 kecamatan.
"Jadi pemetaannya kelihatan. Kalau Anda sebutnya per kota tidak kelihatan. Strategi kami akan sadar ke bawah," ujar Anies.
Sementara pasangan Anies-Sandi mengumpulkan 2.197.333 suara atau 39,95 persen. Sedangkan posisi paling buncit diduduki pasangan nomor urut satu Agus-Sylvi yang hanya memperoleh 937.955 atau 17,05 persen. (rdk)