Laporan itu dilakukan karena akun @saiful_muzani pada Sabtu (18/3), mengunggah foto surat kontrak politik berisi siap menjalankan syariat Islam di Jakarta. Surat kontrak politik tersebut ditandatangani oleh Anies-Sandiaga.
Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi mengatakan, pihaknya menyayangkan unggahan itu. Sebab, unggahan yang memuat kontrak politik tersebut menjadi viral sehingga mengesankan Anies-Sandi lari dari ideologi Pancasila.
Lihat juga:PAN Tidak Dukung Ahok karena Alasan Etika |
Sementara itu, anggota Tim Advokasi Anies-Sandi, Amir Hamzah menuturkan pihaknya mendapat informasi terkait cuitan Saiful Muzani pada Minggu (19/3) sore. Cuitan yang mempertanyakan surat kontrak itu dinilainya telah termasuk kampanye hitam.
"Meski Saiful Muzani mempertanyakan itu otentik atau palsu, tapi kami anggap ini kampanye hitam," ujar Amir.
Sedangkan, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik mengklaim kampanye hitam yang kian marak menyerang pasangan calon nomor urut tiga ini, karena ada kepanikan pesaingnya.
"Saya kira kelakuan seperti ini tidak ada adabnya. Misal ada kontrak syariah, pemalsuan itu. Ada pribadi Anies yang diserang. Mungkin mau menyerang program tidak bisa," kata Taufik.
Akan tetapi, Anies mengimbau kepada para pendukungnya agar tetap sabar dan terus optimis menatap pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI yang tinggal kurang lebih satu bulan lagi.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menganalogikan kecurangan dan fitnah ini seperti pemain sepak bola yang mulai berbuat kasar.
"Kalau nendang kaki lawan sedang bermain, itu kan kasar tanda kepanikan muncul, biasa tuh. Jadi penonton sabar aja," kata Anies.