Anies mengaku senang langkahnya, yang mengenakan peci sejak awal, ditiru oleh Djarot di putaran kedua. Menurutnya, peci merupakan sebuah lambang kebangsaan.
Namun, Anies merasa heran lantaran hanya Djarot yang mengenakan peci tanpa diikuti pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Saya malah heran yang satu (Ahok) kok enggak pakai ya. Kalau ini (peci) lambang kebangsaan harusnya pakai dong," ujar Anies di Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).
Dia pun tak berencana mengubah slogan dan gayanya tersebut. "Kemarin kami ditanya mau diganti enggak? Kami yakin, nggak usah revisi kami tetap tampil otentik apa adanya," katanya.
Djarot tampil berpeci di surat suara putaran kedua. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati) |
"Pakai peci bagus, kan orang Islam Pak Djarot. Jadi kalau (slogan) kami masih tetap coblos pecinya," kata Mardani.
Mardani mengatakan hingga kini pihaknya belum berencana mengubah slogan yang selama ini telah digaungkan.
Dia meyakini warga Jakarta telah mengetahui lebih dulu slogan 'coblos pecinya' melekat pada Anies-Sandi. "Kami itu trendsetter, yang lain followers. Followers mah tidak diingat," ujarnya.
Lihat juga:Surat Suara Putaran Kedua Mulai Dicetak |
Sebelum memproses pencetakan, KPU DKI telah lebih dulu meminta persetujuan kepada masing-masing paslon terkait dengan desain surat suara.
Djarot tampil berpeci di surat suara putaran kedua. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)