"Kami tetap yang autentik, kami bukan yang KW," kata Anies saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/3).
KW merupakan istilah slang yang merujuk pada produk atau barang bukan asli.
Djarot diketahui mengubah foto penampilannya di surat suara putaran kedua dengan mengenakan peci. Padahal, di putaran pertama Djarot tidak mengenakan peci.
Anies menyebut dirinya dan Sandiaga lebih autentik lantaran sejak putaran pertama lalu sudah menjadikan peci sebagai trademark atau ciri khasnya. Anies menambahkan, ia kerap memperkuat dengan slogan berbunyi "coblos pecinya".
Dengan perubahan penampilan Djarot, maka slogan "coblos pecinya" yang dipopulerkan Anies bisa saja mendatangkan keuntungan bagi Djarot. Anies tenang menyikapi kemungkinan itu.
Anies juga tidak memberi kepastian apakah akan mengganti slogan tersebut atau tidak. "Nanti kita lihat kejutannya," katanya.
Lebih lanjut Anies mengaku bangga penampilannnya dan Sandiaga mengenakan peci ditiru oleh Djarot. Anies menyatakan, hal tersebut berarti pasangan Ahok-Djarot mengakui yang dilakukannya oleh dirinya dan Sandi layak untuk diadopsi.
"Saya malah heran yang satu (Ahok) kok enggak pakai ya. Kalau ini (peci) lambang kebangsaan harusnya pakai, dong," ujar Anies.