Menurut Eggi, izin untuk menempatkan massa pada seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta, diberikan Sumarno secara lisan. Eggi menyebut massa dari Tamasya Al Maidah ini bagian dari pemantau pemilihan.
"Jadi kami datang ke KPU minta diberikan izin sebagai pemantau. Dan Ketua KPU DKI memberikan, secara lisan mengiyakan," kata Eggi di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Senin (17/4).
"Hari Rabu kemarin, boleh Anda konfirmasi ke Sumarno, dan dia ditemani Sidik Sabri sebagai salah satu komisionernya. Kami datang dengan Pak Sambo (Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo)," kata Eggi.
Sehingga, lanjut Eggi, Panitia Tamasya Al Maidah membatasi jarak massa dari TPS sekira 20 sampai 30 meter.
Lihat juga:Amien Rais Ikut Gabung Tamasya Al Maidah |
"Tidak pernah saya menberikan izin, baik lisan maupun tulisan," kata Sumarno kepada CNNIndonesia.com.
Sumarno mengakui menerima kunjungan Eggi di kantornya. Namun, kata dia, dalam pertemuan itu Eggi tak menyinggung sedikit pun tentang rencana mereka menggelar Tamasya Al Maidah.
"Saya bilang jadi pemantau itu ada syarat-syaratnya, ada berkas yang harus diserahkan, yang nanti diverifikasi oleh KPU, kalau memenuhi syarat nanti dikeluarkan sertifikatnya," kata dia.
"Saat yang bersangkutan datang saja tak membicarakan masalah Tamasya Al Maidah. Mereka juga tak mengajukan berkas syarat untuk jadi pemantau," tambah Sumarno.