Andi tercatat sebagai dosen FISIP Universitas Indonesia. Ia pakar kajian strategis intelijen. Putra almarhum Mayjen TNI Theo Syafei itu dikenal memiliki hubungan cukup dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, seperti ayahnya yang juga dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dalam kampanye pemilu presiden, Andi berperan penting dalam menyusun konsep, termasuk dalam debat calon presiden. Latar belakangnya sebagai akademisi memudahkannya bekerja sebagai konseptor. Andi meraih gelar sarjana dari jurusan Hubungan Internasional FISIP UI dan School of Oriental and African Studies University of London. Ia meraih gelar Master oc Sciences dari London School of Economics dan Industrial College of Armed Forces, Washington DC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Kamis (30/10), Andi menyatakan ia telah ditetapkan sebagai Sekretaris Kabinet oleh Presiden Jokowi. Sekretaris Kabinet membawahi Sekretariat Kabinet dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Sekretaris Kabinet bertugas mempersiapkan segala keperluan kabinet, mengawal program pemerintah, dan mengevaluasi kinerja para menteri Kabinet Kerja.
Andi menyatakan akan bekerjasama dengan Mensesneg untuk mewujudkan integrasi lembaga yang kuat namun tak tumpang tindih. Ini agar tak ada dualisme antara Mensesneg yang bertugas melayani Presiden sebagai kepala negara, dengan Seskab yang bertugas melayani Presiden sebagai kepala pemerintahan.