Dari pantauan CNN Indonesia, tarif angkutan umum di Kota Bogor yang semula Rp 2.500 naik menjadi Rp 4.000 per penumpang untuk satu rute perjalanan jarak jauh. Sementara untuk jarak dekat naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 per penumpang.
Pemberlakuan tarif tidak hanya dikutip oleh supir angkutan umum tetapi juga oleh penyedia layanan antar sepeda motor atau ojek. Untuk menikmati perjalanan dengan kendaraan roda dua dari Jalan Taman Cimanggu sampai Stasiun Bogor yang berjarak kurang lebih 500 meter, dikenakan biaya Rp 20,000 naik Rp 5,000 dari tarif biasanya.
Meskipun tarif angkutan umum dan ojek di Bogor sudah mulai naik, Wawan salah satu tukang ojek yang biasa beroperasi di Stasiun Gondangdia, Jakarta mengaku tidak akan terlalu tinggi menaikkan tarif jasa ojek yang disediakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena Soerbakti sendiri mengaku Musyawarah Kerja Nasional DPP Organda lebih memilih untuk melakukan aksi mogok nasional mulai Rabu (19/11) pukul 00.00 WIB dan tidak mengeluarkan daftar tarif angkutan umum terbaru sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah.
Menurut Eka, Organda telah menginformasikan kebijakan organisasi untuk meminta anggotanya melakukan mogok nasional kepada sejumlah menteri terkait yaitu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.