Ahok dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden Joko Widodo. "Saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata Ahok mengawali pengucapan sumpahnya. Usai disumpah, ia kemudian menandatangani surat keputusan pengangkatannya sebagai Gubernur Jakarta.
Raut sumringah terpancar dari wajah Ahok ketika ia dan istrinya, Veronica Tan, menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang menghadiri pelantikannya. Hadir di antara tamu adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan para menteri Kabinet Kerja. Megawati diketahui sejak pagi telah terlihat di Istana Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan ini didukung PIB dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). Kala itu mereka berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan berhasil memenangi pemilihan kepala daerah.
Ahok pun tak lama jadi bupati, hanya setahun. Tahun 2006, ia memilih undur diri dan menyerahkan jabatan orang nomor satu di Belitung Timur itu kepada Khairul. Ahok mundur untuk fokus pada pencalonan dirinya sebagai Gubernur Bangka Belitung.
Pada Pemilihan Kepala Daerah Bangka Belitung tahun 2007 itu, Ahok mendapat dukungan Gus Dur. Presiden RI ke-4 itu bahkan menyempatkan diri berkampanye untuk Ahok. Sayang, meski didukung Gusdur, Ahok kalah pada pilkada langsung pertama di Bangka Belitung itu.
Dua tahun tak memiliki jabatan politik, tahun 2009 Ahok terpilih menjadi anggota DPR RI. Kali ini ia menggunakan kendaraan politik Golkar. Komisi II berhasil diduduki suami Veronica Tan itu.
Namun belum selesai masa jabatannya di Senayan, Ahok kembali mengundurkan diri. Ia dipinang Gerindra menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Wali Kota Solo Joko Widodo dari PDIP. Maka setelah loncat partai lagi dari Golkar ke Gerindra, Ahok melaju ke pertarungan politik panas di ibu kota RI.
Didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra, Joko Widodo dan Ahok sukses mengalahkan petaha saat itu, Fauzi Bowo (Foke). Pasangan Jokowi-Ahok berhasil meraup 53,82 persen suara pada putaran kedua pemilihan meski lawan mereka, Foke, didukung oleh partai-partai besar seperti Golkar, Demokrat, Partai Amanat Nasional, hingga Partai Keadilan Sejahtera.
Hanya dalam waktu dua tahun, Ahok naik dari Wakil Gubernur menjadi Gubernur Jakarta. Berkah ia dapatkan karena Jokowi memenangi Pemilihan Presiden 2014 bersama Jusuf Kalla. Hari ini, Jokowi pula yang akhirnya melantik mantan wakilnya itu menjadi pengganti dirinya memimpin ibu kota.