"Ini bukan kelanjutan yang dulu dan bukan juga balas dendam," ujar Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal Fuad Basya, kepada CNN Indonesia, Kamis (20/11). Menurut Fuad, bentrok tersebut benar-benar hanya salah paham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan lalu, tepatnya 21 September, anggota TNI dan Brimob Polda Kepulauan Riau terlibat bentrok saat sedang menindak penimbunan bahan bakar minyak. Saat itu beberapa anggota TNI terkena tembakan anggota Brimob di bagian kaki.
Masalah bentrok saat itu berakhir setelah Polri dan TNI membentuk tim investigasi untuk mengetahui apa penyebab bentrokan. Namun kini, bentrok nyatanya kembali terjadi di lokasi yang sama seperti sebelumnya, yakni di Mako Brimob Kepulauan Riau.
Fuad menegaskan tidak terjadi baku tembak antara TNI dan Polri di Mako Brimob Kepri. "Seluruh tembakan mengarah ke atas," katanya.
Saat ini Kelapa Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Sutarman langsung turun ke lokasi bentrok di Batam. Upaya mediasi tengah dilakukan untuk meredakan pertikaian dan menyatukan TNI dan Polri di Batam.