Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta Presiden Joko Widodo untuk sungguh-sungguh menelusuri rekam jejak calon Kapolri. Salah satunya dengan mencari catatan terobosan apa saja yang pernah dilakukan oleh para kandidat pemimpin Polri itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oegroseno dikenal sebagai sosok yang tegas, berintegritas, dan sederhana. Pensiunan polisi itu pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Kepala Divisi Propam Polri, dan Kapolda Sumatera Utara. Menurut Oegroseno, sikap tegasnya didapat dari almarhum sang ayah, Brigjen Pol Purnawirawan Rustam Santiko yang merupakan mantan Wakil Gubernur Akademi Kepolisian RI.
Meski menganggap tiga nama petinggi Polri tersebut dapat menjadi parameter kualitas pemimpin Polri, KontraS menekankan pentingnya Jokowi untuk tetap menelusuri catatan para calon Kapolri melalui melalui kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
KontraS punya harapan khusus terkait pencarian pimpinan Polri yang baru. KontraS ingin Kapolri baru menunjukkan keberaniannya untuk menyentuh kasus-kasus yang selama ini belum terungkap, termasuk pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir. (Baca KontraS: Kapolri Baru Harus Berani Usut Hendropriyono)